News

Ahmad Ru’yat Kunjungi Warga Terdampak Bencana Longsor di Kecamatan Sukajaya

150
×

Ahmad Ru’yat Kunjungi Warga Terdampak Bencana Longsor di Kecamatan Sukajaya

Sebarkan artikel ini
Ahmad Ru’yat Kunjungi Warga Terdampak Bencana Longsor di Kecamatan Sukajaya
Ahmad Ru’yat Kunjungi Warga Terdampak Bencana Longsor di Kecamatan Sukajaya

BOGOR (CM) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Daerah Pemilihian VI (Kabupaten Bogor), drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si. menggelar kegiatan Reses I Tahun Sidang 2021-2022 yang bertempat di Yayasan Insan Madani, Kecamatan Sukajaya, Jumat (03/12/2021).

Dalam kegiatan reses ini, Achmad Ru’yat mendapat masukan terkait keinginan masyarakat untuk mendapatkan hunian tetap (Huntap) yang merupakan bagian penanganan pasca bencana alam banjir bandang dan longsor di kecamatan tersebut.

Menurutnya, pembangunan pasca bencana alam di Sukajaya yang sedang dilakukan salah satunya adalah infrastruktur jalan, senilai 50 Milyar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat pelaksanaan tahun 2021.

“Meski diputuskan di Provinsi, harus berdasarkan usulan dari Musrembang Kecamatan dan Bupati Bogor juga harus mengetahui, persoalan ini harus disampaikan bahwa di Sukajaya masih ada yang membutuhkan hunian tetap, bahwa yang tadinya warga Sukajaya harus tetap tinggal di Sukajaya,” terangnya.

BACA : Achmad Ru’yat Apresiasi Program PPSBR di Dinas Sosial Jabar

Lebih lanjut Ahmad Ru’yat mengatakan, selain recovery bencana alam, aspirasi terlontar dari guru honorer yang sudah mengabdi selama 15 tahun juga mengeluhkan tidak ada formasi PPPK bagi guru di SMPN Satuatap 01 Sukajaya.

Sementara itu, Guru Honorer Iis Tisnayati merupakan guru di SMP Negeri Satu Atap 01 Sukajaya berharap semua usulan dari masyarakat dalam reses wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat bisa didorong agar segera bisa direalisasikan.

“Kabupaten Bogor mendapatkan kuota formasi PPPK, tapi kami guru honorer di SMPN Satu Atap seperti dianak tirikan, formasi PPPK itu kami tidak menerima sedangkan di kabupaten lain banyak, padahal kebijakan kuota untuk sekolah dari kabupaten,” keluhnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *