News

Tasik Pintar Diperkuat, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Gedung Permanen Sekolah Rakyat

39
×

Tasik Pintar Diperkuat, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Gedung Permanen Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Kamis, 8 Oktober 2026.

KOTA TASIK (CM) – Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 41 dimulai pada triwulan pertama 2027. Saat ini, pemerintah daerah masih menuntaskan pengadaan lahan untuk sekolah yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan keberadaan gedung permanen diperlukan untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar. Selama ini, Sekolah Rakyat 41 masih menjalankan kegiatan pendidikan dengan memanfaatkan fasilitas sementara.

“Kami menargetkan pembangunan gedung permanen ini mulai pada triwulan pertama 2027. Saat ini proses pengadaan lahannya masih kami selesaikan,” ujar Viman saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai satu tahun berdirinya Sekolah Rakyat 41 di Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu, Viman mengapresiasi perkembangan siswa yang dinilai tidak hanya meningkat secara akademik, tetapi juga menunjukkan kemajuan dalam kepercayaan diri dan keberanian mengembangkan potensi.

Perkembangan tersebut terlihat dalam berbagai pertunjukan siswa pada Open House Sambara Karya 2026. Mereka menampilkan karya kreatif hasil pembelajaran selama setahun, termasuk kemampuan berpidato menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab.

“Para siswa Sekolah Rakyat ini berasal dari keluarga prasejahtera. Keberadaan sekolah ini memberikan harapan baru bagi mereka yang sebelumnya mungkin pesimis terhadap masa depan. Saya lihat hari ini mereka sangat luar biasa,” kata Viman.

Saat ini, Sekolah Rakyat 41 memiliki tiga rombongan belajar yang mendapat pembinaan intensif dari para tenaga pendidik. Pemerintah kota memandang sekolah ini sebagai salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan taraf hidup.

Selain menyiapkan gedung permanen, Pemkot Tasikmalaya juga berupaya memperkuat fasilitas pendukung pembelajaran. Salah satunya melalui penyediaan perpustakaan untuk meningkatkan akses siswa terhadap bahan bacaan.

Viman menyebut Perpustakaan Nasional telah menyatakan komitmen menyediakan 3.000 judul buku bagi Sekolah Rakyat 41. Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, pemerintah kota akan mengupayakan penyewaan ruangan yang dapat difungsikan sebagai perpustakaan sementara.

“Kita dapat dukungan 3.000 buku dari Perpusnas. Untuk ruangannya, Pemkot akan upayakan sewa ruangan yang bisa dipakai sebagai perpustakaan, agar anak-anak punya akses literasi yang baik,” ujarnya.

Viman juga mengapresiasi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi siswa selama satu tahun terakhir. Menurut dia, proses pendidikan di Sekolah Rakyat membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan komitmen agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.

Pengembangan Sekolah Rakyat 41 sejalan dengan program Tasik Pintar, salah satu program prioritas Pemkot Tasikmalaya di bidang pendidikan. Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan bermutu, menekan angka putus sekolah, serta mendorong pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan anak usia dini.

Melalui pembangunan sarana permanen, penyediaan buku, dan pendampingan siswa, pemerintah kota berharap anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Upaya ini juga diharapkan membuka jalan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *