KOTA TASIK (CM) – Pendaftaran Tasikmalaya International Job Fair 2026 langsung menarik minat ratusan pencari kerja pada hari pertama. Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya mencatat 442 pendaftar daring hingga Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 24.00 WIB. Jumlah itu melampaui target harian sebanyak 350 orang.
Capaian tersebut menjadi sinyal tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi lowongan kerja yang mudah diakses. Pemerintah Kota Tasikmalaya pun mengandalkan transformasi digital untuk memperluas jangkauan layanan ketenagakerjaan sekaligus menekan angka pengangguran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan tingginya jumlah pendaftar pada hari pertama menunjukkan respons positif masyarakat terhadap penyelenggaraan bursa kerja berbasis digital.
“Alhamdulillah animo luar biasa. Baru hari pertama sudah 442 orang daftar. Ini bukti masyarakat butuh informasi kerja yang valid dan mudah diakses,” ujar Deni.
Disnaker membuka pendaftaran sejak 15 Oktober 2026 dengan target 5.250 pendaftar daring selama 15 hari hingga menjelang pelaksanaan kegiatan pada 30 Oktober 2026. Dengan capaian hari pertama tersebut, jumlah pendaftar telah melampaui target harian yang ditetapkan.
Tasikmalaya International Job Fair 2026 menawarkan 5.500 lowongan kerja untuk penempatan dalam dan luar negeri di 18 negara. Bursa kerja ini digelar secara hibrida, yakni melalui layanan daring dan tatap muka pada 30–31 Oktober 2026 di Atrium Lantai Dasar Asia Plaza Tasikmalaya.
Pencari kerja dapat mendaftar secara gratis dengan memindai kode QR pada selebaran resmi atau mengakses laman Disnaker Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Disnaker Kota Tasikmalaya, dan Kamar Dagang dan Industri Kota Tasikmalaya. Pelaksanaannya juga didukung Bank BJB dan Primajasa Foundation sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Deni berharap sistem pendaftaran digital dapat memudahkan pencari kerja memperoleh informasi dan mengakses peluang pekerjaan tanpa harus datang langsung sejak tahap awal. Dengan begitu, jangkauan layanan bursa kerja dapat diperluas dan peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan semakin terbuka.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Disnaker menekan tingkat pengangguran di Kota Tasikmalaya yang tercatat sebesar 6,43 persen. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh tingginya jumlah pendaftar, melainkan juga oleh kemampuan mempertemukan pencari kerja dengan lowongan yang sesuai.





