News

5.500 Lowongan Kerja Dibuka di Kota Tasikmalaya, Ada Peluang ke 18 Negara

58
×

5.500 Lowongan Kerja Dibuka di Kota Tasikmalaya, Ada Peluang ke 18 Negara

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Pemerintah Kota Tasikmalaya menyiapkan 5.500 lowongan kerja melalui Tasikmalaya International Job Fair 2026. Bursa kerja yang digelar pada 30–31 Oktober 2026 itu menawarkan peluang penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri, dengan melibatkan perusahaan dari 18 negara.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Deni Diyana mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Job fair akan berlangsung di Atrium Ground Floor Asia Plaza Tasikmalaya.

“Ini kerja sama antara Kementerian P2MI, Disnaker, dan Kadin Kota Tasikmalaya, dengan dukungan Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital,” kata Deni, Kamis, 15 Oktober 2026. Pembukaan dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.

Menurut Deni, penyelenggara menyiapkan 21 stan perusahaan. Sebanyak 10 stan diperuntukkan bagi perusahaan yang membuka peluang magang dan penempatan pekerja migran Indonesia, sedangkan 11 stan lainnya menawarkan pekerjaan di dalam negeri.

Dari total lowongan yang dihimpun, lebih dari 5.000 posisi berasal dari luar negeri. Kesempatan kerja tersebut tersebar di 18 negara, mencakup kawasan Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Amerika. Adapun lowongan domestik mencapai sekitar 500 posisi.

Penyelenggara menargetkan 5.000 peserta. Pendaftaran daring akan dibuka mulai hari pelaksanaan. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, job fair kali ini menggunakan skema hibrida yang memungkinkan pencari kerja mengikuti proses perekrutan secara langsung maupun daring.

Dengan sistem tersebut, pelamar tidak harus datang ke Asia Plaza untuk berkomunikasi dengan perusahaan. Mereka dapat mengakses layanan perekrutan secara online melalui stan yang telah disiapkan.

Deni mengatakan, kegiatan ini terbuka bagi pencari kerja dari seluruh Indonesia, bukan hanya warga Tasikmalaya. Pemerintah berharap bursa kerja tersebut memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus mendukung program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja.

Upaya itu menjadi penting di tengah persoalan pengangguran dan kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang disampaikan Deni, tingkat pengangguran terbuka di kota tersebut mencapai 6,43 persen atau sekitar 24.819 orang. Sementara angka kemiskinan berada di kisaran 10 persen, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 25 ribu jiwa.

Pada 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan penempatan 2.000 tenaga kerja. Salah satu jalur yang terus didorong ialah penempatan ke luar negeri. Deni menyebut, sebanyak 56 orang telah diberangkatkan ke Jepang sepanjang tahun ini.

Pemerintah juga berupaya mengubah pola penempatan pekerja migran dengan menekankan keterampilan dan kompetensi profesional. Pelatihan vokasi akan diarahkan sesuai bidang yang diminati dan dibutuhkan pasar kerja, antara lain manufaktur dan perhotelan.

Menurut Deni, perubahan penyebutan dari tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) juga mencerminkan dorongan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Penyelenggara berharap job fair ini tidak sekadar menjadi ajang mempertemukan perusahaan dan pelamar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kebutuhan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *