KAB. TASIK (CM) – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengawali rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menziarahi makam sejumlah ulama pendahulu. Kegiatan bertajuk Ziarotuhsyuyukh itu menjadi pengingat atas peran ulama dan santri dalam membangun tradisi keagamaan, pendidikan, serta perjuangan bangsa.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, memimpin rombongan pemerintah daerah bersama sejumlah tokoh agama mengunjungi makam ulama di beberapa kecamatan. Ziarah tersebut menyasar Maqbaroh KH. Syaefudin Zuhri di Haurkuning, Kecamatan Salopa; Maqbaroh KH. Abdullah Muslim di Kecamatan Pancatengah; serta Maqbaroh KH. Mama Oot Sahrudin di Kecamatan Cikalong.
Asep mengatakan, tradisi pesantren dan keteladanan para ulama menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri. Fondasi keagamaan dan kebangsaan, menurut dia, telah dibangun para kiai dan ajengan sejak masa lampau.
“Ziarotuhsyuyukh ini menjadi momentum penting untuk menata niat, mengambil i’tibar atau pelajaran, serta memohon keberkahan agar kami senantiasa diberi petunjuk dalam memimpin dan melayani warga Tasikmalaya,” ujar Asep, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Asep, peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober bukan sekadar agenda seremonial. Momentum ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah berperan sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter. Para santri juga terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan membangun kehidupan masyarakat.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Forum Pondok Pesantren (FPP) menggelar rangkaian kegiatan Hari Santri yang menitikberatkan pada penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendiri pesantren.
“Jadi Hari Santri sekarang bukan hanya sekadar upacara saja. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk rasa terima kasih dan rasa syukur atas perjuangan para muassis atau pendiri pendidikan pondok pesantren,” kata Asep.
Ia juga mengapresiasi kemandirian pesantren yang tumbuh melalui swadaya masyarakat. Menurut dia, pesantren telah lama berkontribusi mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Melalui rangkaian ziarah tersebut, Pemkab Tasikmalaya berharap nilai perjuangan dan keteladanan para ulama tetap hidup di tengah masyarakat. Peringatan Hari Santri pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam menjaga warisan keagamaan sekaligus kebangsaan.





