KOTA TASIK (CM) – Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar aksi Jumat Bersih di sejumlah kawasan strategis menjelang peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi lingkungan sekaligus mewujudkan kota yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Aksi tersebut menyasar kawasan Dadaha, objek wisata Situ Gede, pedestrian Jalan HZ Mustofa, dan kompleks Pasar Cikurubuk. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama masyarakat terlibat dalam pembersihan fasilitas umum, penanganan sampah, hingga pembenahan saluran drainase.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, mengatakan instansinya mendapat tugas membersihkan kawasan Situ Gede. Menurut dia, kebersihan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya tarik destinasi wisata.
“Dalam aksi Jumat Bersih ini, kami dari Disporabudpar diberi tugas untuk membersihkan kawasan Situ Gede,” kata Deddy saat ditemui di lokasi kegiatan.
Petugas bersama warga membersihkan sampah di sekitar danau, memangkas rumput liar, serta merapikan fasilitas umum. Di kawasan Dadaha, pembersihan meliputi taman, jalur jogging, dan area gedung olahraga. Sementara itu, petugas di Jalan HZ Mustofa menyapu jalan, membersihkan trotoar, dan mengecat sejumlah fasilitas.
Adapun di kompleks Pasar Cikurubuk, kegiatan difokuskan pada penanganan tumpukan sampah dan saluran drainase yang tersumbat. Pembenahan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengatakan Jumat Bersih bukan kegiatan sesaat untuk menyambut hari jadi kota. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tasik Resik, salah satu dari tujuh program prioritas Wali Kota Tasikmalaya.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua. Dengan lingkungan yang bersih, kota akan terlihat indah, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” ujar Asep.
Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Lapangan Upacara Bale Kota Tasikmalaya. Dalam amanatnya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyebut usia seperempat abad sebagai momentum untuk mengevaluasi pembangunan daerah.
“25 tahun adalah usia yang matang untuk terus berbenah. Kita bersyukur atas capaian, tapi kita juga harus jujur mengevaluasi apa yang belum optimal,” kata Viman.
Ia menegaskan, penghargaan dan capaian pembangunan harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pemerintah kota, kata dia, mengarahkan pembangunan periode 2025–2029 untuk mewujudkan Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan.
Dalam rangkaian hari jadi tahun ini, pemerintah menggelar 25 kegiatan yang mencakup pelayanan kesehatan, pengembangan ekonomi kreatif, bursa kerja, promosi perdagangan, olahraga, seni, budaya, dan kegiatan keagamaan di 10 kecamatan.
Namun, kegiatan bersih-bersih menjelang hari jadi menyisakan tantangan yang lebih mendasar: menjaga konsistensi kebersihan ruang publik setelah perayaan berakhir. Pemeliharaan fasilitas umum, pengelolaan sampah, perbaikan drainase, dan keterlibatan warga membutuhkan pelaksanaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Dengan mengusung tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh”, peringatan 25 tahun Kota Tasikmalaya menjadi momentum untuk mengukur pembangunan dari kondisi lingkungan dan kualitas pelayanan publik. Kota yang nyaman tidak cukup dibangun melalui program dan penghargaan, tetapi juga melalui perubahan yang dapat dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.





