KOTA TASIK (CM) – Lowongan kerja di Kota Tasikmalaya tersedia hampir setiap hari. Namun, banyaknya peluang itu belum sepenuhnya terserap karena sebagian pencari kerja masih memilih jenis pekerjaan yang diminati.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Deni Diyana mengatakan sekitar 600 perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) terdaftar dan aktif membuka lowongan. Setiap hari, Dinas Tenaga Kerja memperbarui informasi lowongan dari sekitar 10-15 perusahaan.
“Kuota lowongan kerja sebenarnya selalu tersedia setiap hari. Setiap hari kami mengunggah pembaruan 10 hingga 15 perusahaan yang membuka lowongan,” kata Deni di ruang kerjanya, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Deni, kebutuhan tenaga kerja paling banyak berasal dari sektor penjualan atau sales, administrasi, keamanan, kesehatan atau paramedis, serta manufaktur.
Persoalannya, tidak semua lowongan mendapat respons pencari kerja. Posisi sales, misalnya, masih kurang diminati meski kebutuhan tenaga kerjanya cukup besar.
“Tantangan utama kami, masih banyak pencari kerja yang cenderung bersikap pilih-pilih pekerjaan. Lowongan di sektor sales misalnya, kurang diminati meskipun peluangnya sangat terbuka lebar,” ujar Deni.
Selain preferensi pencari kerja, Deni menilai keterbatasan informasi turut memperlebar persoalan pengangguran. Warga di wilayah pelosok, terutama anak muda, belum tentu mengetahui lowongan yang tersedia di perusahaan.
“Jadi barangkali ini informasi yang tidak tersampaikan sampai ke pelosok. Karena itu kami terus mencari pola, membuat inovasi bagaimana bisa betul-betul menyebarkan lebih luas lagi informasi ini,” katanya.
Untuk mempersempit kesenjangan informasi tersebut, Disnaker Kota Tasikmalaya mengandalkan program Hayu Gawe dan aplikasi AI Job Matcher. Melalui kanal tersebut, informasi lowongan diharapkan lebih mudah dijangkau pencari kerja.
Program Hayu Gawe GO!!! juga mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung. Perusahaan dapat melakukan wawancara kandidat di kantor Disnaker tanpa harus menyiapkan tempat rekrutmen sendiri.
Bagi pencari kerja, skema tersebut memberikan akses terhadap informasi lowongan yang gratis dan dapat dipercaya. Proses rekrutmen juga tidak menggunakan perantara atau calo.
Deni mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak. Perusahaan memperoleh tenaga kerja lokal yang sesuai kebutuhan, sedangkan pencari kerja memiliki akses yang lebih cepat menuju pekerjaan.
“Ke depan kami ingin semua informasi ini tidak hanya berhenti di kota, tapi sampai ke kecamatan dan desa. Karena di sanalah banyak anak muda yang butuh kerja tapi tidak tahu harus mulai dari mana,” kata Deni.





