News

Kemarau Mengeringkan Sumur Warga, Polres Tasikmalaya Kirim 5.000 Liter Air

47
×

Kemarau Mengeringkan Sumur Warga, Polres Tasikmalaya Kirim 5.000 Liter Air

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Kemarau berkepanjangan membuat warga Kampung Kebon Kalapa, Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Debit sumur warga menurun, sementara sejumlah sumber air mulai mengering.

Kondisi itu mendorong Polres Tasikmalaya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Sebanyak 5.000 liter air dikirim menggunakan mobil tangki dan dibagikan di depan Masjid Baitul Hikmah, Kampung Kebon Kalapa, Jumat, 4 September 2026.

Warga yang telah beberapa pekan menghadapi keterbatasan air langsung mendatangi lokasi. Mereka membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung untuk mendapatkan pasokan air.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan bantuan tersebut merupakan respons kepolisian terhadap kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

“Polres Tasikmalaya berkomitmen untuk terus membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih ke lokasi-lokasi yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air,” kata Ade.

Menurut dia, distribusi air tidak hanya dilakukan sekali. Polres Tasikmalaya akan menyalurkan bantuan secara berkala ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan hingga kondisi cuaca kembali normal.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penyangga kebutuhan sehari-hari. Selama kemarau, sebagian warga harus membeli air atau mencari sumber air yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

Nani, 50 tahun, warga Kampung Kebon Kalapa, mengatakan kondisi tersebut telah menambah beban pengeluaran keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Tasikmalaya yang sudah membantu. Selama kemarau ini kami betul-betul kesulitan air bersih, sampai harus beli atau cari jauh ke luar kampung. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Nani.

Penyaluran air bersih itu menjadi bagian dari upaya Polres Tasikmalaya membantu warga menghadapi dampak kekeringan. Kepolisian juga menggandeng unsur di tingkat sektor untuk memetakan dan menjangkau wilayah lain yang membutuhkan pasokan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *