News

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pengguna Jalan Tak Bergantung pada Palang Perlintasan

184
×

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pengguna Jalan Tak Bergantung pada Palang Perlintasan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengingatkan pengguna jalan agar tidak sepenuhnya mengandalkan palang pintu saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara tetap wajib memastikan kondisi jalur aman sebelum menyeberang.

Imbauan itu disampaikan setelah sebuah video pengendara sepeda motor nyaris tertemper KA Feeder di perlintasan sebidang JPL 146, KM 142+696, di antara petak jalan Padalarang-Cimahi, viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika palang pintu sementara di lokasi dibuka oleh warga yang melakukan penjagaan secara swadaya. Pada saat hampir bersamaan, KA Feeder melintas.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan prioritas utama,” kata Kuswardojo, Selasa, 1 September 2026.

Menurut dia, kondisi palang yang terbuka membuat sejumlah pengguna jalan melintas ketika kereta hendak lewat. Mereka nyaris tertemper KA Feeder.

KAI menyayangkan kejadian tersebut. Perusahaan menilai kewaspadaan pengguna jalan tetap diperlukan, baik pada perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga.

JPL 146 kini masuk daftar prioritas peningkatan keselamatan di wilayah Daop 2 Bandung. Pemerintah tengah membangun gardu penjaga dan palang pintu permanen di lokasi tersebut sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan perlintasan.

KAI juga mengusulkan peningkatan JPL 146 menjadi perlintasan tidak sebidang dalam jangka panjang. Langkah itu dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat pertemuan langsung antara pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Kuswardojo kembali meminta pengendara tidak menjadikan palang atau petugas sebagai satu-satunya acuan keselamatan.

“Ketika akan melintasi perlintasan sebidang, wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada KA yang akan melintas, dan setelah benar-benar aman baru melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

KAI mengingatkan pengguna jalan menerapkan BERTEMAN—berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, dan silakan melanjutkan perjalanan—setiap kali melintasi perlintasan sebidang.

Keselamatan, kata KAI, bukan hanya tanggung jawab petugas penjaga. Disiplin dan kewaspadaan pengguna jalan menjadi bagian penting untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *