News

Pendopo Cup Hidupkan Kembali Lapangan Tenis Lama Tasikmalaya

56
×

Pendopo Cup Hidupkan Kembali Lapangan Tenis Lama Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Lapangan Tenis Pendopo Lama Tasikmalaya kembali ramai. Sebanyak 32 pasangan mengikuti Turnamen Tenis Lapangan Pendopo Cup yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026.

Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, ajang ini tak sekadar menjadi kompetisi. Pendopo Cup sekaligus menghidupkan kembali fasilitas olahraga yang telah direnovasi dan mempertemukan pemain berpengalaman dengan para pendatang baru.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan kehadiran 11 pasangan pemula menjadi salah satu hal penting dalam turnamen tersebut. Menurut dia, pemain baru dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan olahraga tenis di Tasikmalaya.

“Alhamdulillah ada 32 pasangan, yang 11 pasangan di antaranya adalah pasangan pemula. Ini merupakan langkah awal. Mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat dan minat terhadap olahraga tenis,” kata Asep.

Menurut Asep, tenis tidak hanya berorientasi pada prestasi. Olahraga tersebut dapat dimainkan dalam jangka panjang sekaligus membantu menjaga kebugaran.

“Tenis merupakan olahraga yang dapat ditekuni hingga usia lanjut. Olahraga ini juga penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.

Asep mengatakan pemerintah perlu terus memberi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga. Ia pun menyatakan komitmennya mendorong perkembangan tenis di Tasikmalaya. Dalam Pendopo Cup kali ini, Asep turut bertanding dan keluar sebagai juara pertama.

“Maka saya terus berkomitmen untuk memajukan olahraga tenis di Tasikmalaya. Kebetulan dalam turnamen ini saya juara satu,” kata dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Kurniawan mengatakan Pendopo Cup menunjukkan bahwa fasilitas olahraga dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Lapangan Tenis Pendopo Lama, kata dia, menjadi salah satu fasilitas yang masih layak digunakan setelah dilakukan renovasi.

“Ini menunjukkan bahwa di Tasikmalaya ini ada lapangan tenis bagus seperti di Pendopo Lama ini. Kita renovasi sedikit, alhamdulillah bisa diadakan turnamen, pesertanya luar biasa banyak sampai 32 pasangan,” ujar Kurniawan.

Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga perlu diikuti kegiatan yang membuat masyarakat tertarik menggunakannya. Turnamen menjadi salah satu cara untuk menghidupkan fasilitas sekaligus membangun budaya olahraga.

Kurniawan juga menilai kehadiran pasangan pemula menjadi sinyal positif bagi regenerasi pemain tenis di Tasikmalaya. Selain masyarakat umum, Pendopo Cup turut menjadi ruang bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang olahraga.

“Kami berharap para atlet atau ASN di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya yang berkiprah di Porpemda bisa lebih berkiprah dan berprestasi lagi dalam olahraga tenis ini,” kata Kurniawan.

Pendopo Cup diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan HUT Kemerdekaan. Penyelenggaraan turnamen secara berkelanjutan dinilai dapat menjaga pemanfaatan fasilitas olahraga sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi pemain baru untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *