News

Bukan Sekadar Pulang Kampung, Libur Maulid Nabi Gerakkan Wisatawan dengan Kereta

37
×

Bukan Sekadar Pulang Kampung, Libur Maulid Nabi Gerakkan Wisatawan dengan Kereta

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW menggerakkan puluhan ribu penumpang kereta api di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung. Mereka tidak hanya pulang kampung, tetapi juga menuju sejumlah destinasi wisata di Bandung dan Priangan Timur.

Selama lima hari, 21-25 Agustus 2026, Stasiun Bandung dan Kiaracondong menjadi dua titik dengan pergerakan penumpang kereta api jarak jauh terbanyak. Mobilitas serupa terlihat di Tasikmalaya, Banjar, dan Garut.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan kereta api semakin dipilih masyarakat untuk mengisi libur panjang. Moda ini dinilai memudahkan perjalanan menuju daerah wisata sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

“Selama periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi salah satu pusat pergerakan pengguna jasa KA Jarak Jauh,” kata Kuswardojo, Kamis, 27 Agustus 2026.

Di Stasiun Bandung, sebanyak 27.814 penumpang berangkat dengan kereta api jarak jauh. Adapun penumpang yang tiba mencapai 28.948 orang.

Stasiun Kiaracondong mencatat 14.280 penumpang berangkat dan 13.615 penumpang datang. Angka itu menunjukkan arus perjalanan tidak hanya bergerak keluar Bandung, tetapi juga membawa wisatawan dan masyarakat dari berbagai daerah menuju kota tersebut.

Pergerakan penumpang juga terjadi di kawasan Priangan Timur. Stasiun Tasikmalaya mencatat 6.388 penumpang berangkat dan 6.140 penumpang datang. Di Stasiun Banjar, masing-masing tercatat 3.713 dan 3.536 penumpang.

Sementara itu, Stasiun Garut melayani 3.439 penumpang yang berangkat dan 3.460 penumpang yang datang selama periode tersebut.

Kuswardojo mengatakan angka tersebut memperlihatkan penyebaran mobilitas wisatawan ke luar Bandung. Tasikmalaya, Banjar, dan Garut memiliki pilihan wisata alam, budaya, hingga kuliner yang menjadi tujuan masyarakat selama masa liburan.

“Mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat di Bandung, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah tujuan wisata di Priangan Timur,” ujarnya.

Mobilitas penumpang juga meningkat pada KA Lokal Siliwangi yang melayani rute Cipatat-Sukabumi pulang-pergi. Stasiun Cianjur dan Cipatat menjadi titik keberangkatan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari silaturahmi hingga wisata.

Selama lima hari tersebut, sebanyak 6.767 penumpang berangkat dari Stasiun Cianjur dan 3.437 penumpang dari Stasiun Cipatat. Adapun jumlah penumpang yang datang mencapai 7.063 orang di Cianjur dan 3.981 orang di Cipatat.

Menurut Kuswardojo, tren tersebut menunjukkan kereta api mulai menjadi bagian dari perjalanan wisata masyarakat. Selain menawarkan kenyamanan, kereta api memungkinkan penumpang menghindari kepadatan lalu lintas di jalan raya.

“Kami melihat kereta api semakin menjadi bagian dari pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” katanya.

KAI Daop 2 Bandung mengatakan akan menjaga keamanan dan ketepatan waktu perjalanan, terutama ketika mobilitas masyarakat meningkat pada periode libur panjang.

Kuswardojo juga mengapresiasi masyarakat yang menggunakan kereta api selama libur Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia meminta penumpang turut menjaga fasilitas dan kebersihan stasiun agar tetap nyaman digunakan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *