KOTA TASIK (CM) – Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya menggelar job fair mini setiap pekan tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Program bernama Hayu Gawe GO!!! itu memanfaatkan fasilitas kantor untuk mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya Deni Diyana mengatakan program tersebut dibuat untuk memangkas proses rekrutmen yang selama ini membutuhkan waktu dan tahapan lebih panjang.
“Ini langkah baru dari Disnaker untuk memediasi dan menghubungkan penyedia kerja dengan pencari kerja,” kata Deni, saat ditemui di kantornya, Rabu, 09 September 2026.
Berbeda dengan job fair tahunan yang menghimpun banyak perusahaan dalam satu kegiatan, Hayu Gawe GO!!! digelar rutin satu kali dalam sepekan. Informasi lowongan dan jadwal wawancara diumumkan melalui media sosial resmi Disnaker.
Pencari kerja dapat mendaftar secara daring sebelum mengikuti wawancara. Sistem tersebut dirancang untuk membuat proses seleksi lebih tertata sekaligus menghindari antrean panjang.
Pada pelaksanaan perdana, Disnaker menggandeng perusahaan rintisan asal Bandung, Bilibili, yang tengah membuka cabang di Tasikmalaya. Sebanyak 150 pencari kerja tercatat mendaftar secara daring.
Jumlah pelamar membuat proses seleksi yang semula dijadwalkan sehari diperpanjang menjadi dua hari. Tim sumber daya manusia perusahaan kemudian mengatur wawancara berdasarkan nomor urut dan jadwal yang telah ditentukan.
Deni mengatakan perpanjangan waktu diperlukan agar perusahaan dapat menyeleksi kandidat secara lebih optimal.
“Ini untuk memberi kesempatan perusahaan menyeleksi kandidat yang benar-benar kompeten,” ujarnya.
Program tersebut, kata Deni, tidak membutuhkan anggaran khusus dari APBD. Disnaker menggunakan ruangan, meja, kursi, dan fasilitas kantor yang telah tersedia.
“Status anggaran 0 persen. Kami memanfaatkan fasilitas kantor yang sudah ada. Tanpa sewa tempat,” kata dia.
Perencanaan program dilakukan selama sekitar satu bulan. Dengan model tersebut, Disnaker menargetkan Hayu Gawe GO!!! dapat berlangsung secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak perusahaan.
Untuk sementara, program itu diprioritaskan bagi pencari kerja yang merupakan warga Kota Tasikmalaya. Adapun perusahaan yang ingin mengikuti program dapat berasal dari luar daerah.
Deni mengatakan inovasi tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses informasi lowongan kerja hingga ke wilayah yang selama ini sulit menjangkau informasi ketenagakerjaan.
“Tujuan kami terus mencari metode dan inovasi baru agar penyebaran informasi program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah pelosok,” ujar Deni.





