KOTA TASIK (CM) – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, mengajak Karang Taruna dan lembaga kemasyarakatan di Kecamatan Bungursari mengubah cara pandang tentang bela negara. Menurut dia, bela negara pada masa kini tidak selalu berkaitan dengan perjuangan bersenjata, tetapi juga bagaimana pemuda memperkuat ekonomi dan menjaga ruang sosial.
Pesan itu disampaikan Kepler dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan di Aula Kecamatan Bungursari, Rabu, 9 September 2024. Kegiatan tersebut dibiayai melalui anggaran aspirasi DPRD.
Kepler mengatakan persoalan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari tantangan bela negara saat ini.
“Bagaimana saya bisa bicara bela negara, sedangkan mencari sesuap nasi saja susah? Di sinilah bela negara yang sesungguhnya di zaman kita ini,” kata Kepler.
Ia membandingkan tantangan tersebut dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 dan peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946. Menurut dia, bentuk perjuangan kini berubah.
Kepler menyebut ada tiga hal yang dapat menjadi bentuk bela negara dalam kehidupan sehari-hari: menjaga kejujuran, memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan melawan informasi palsu.
Ia meminta anggota Karang Taruna membangun usaha tanpa praktik curang. Pemuda juga didorong menjadi penggerak UMKM di lingkungan masing-masing serta aktif menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Kejujuran: Mari kita sebagai anggota Karang Taruna berlaku jujur dalam berusaha. Jangan korupsi, jangan tipu-tipu. Pemberdayaan ekonomi: bagaimana kita membantu membangun UMKM di daerah kita. Melawan informasi palsu: menolak hoaks dan fitnah yang hari ini luar biasa marak,” ujar Kepler.
Kepler juga mengajak masyarakat meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Ia menilai keberpihakan kepada produk lokal dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Bangga dengan produk kita. Jangan tergantung kepada bangsa lain. Kita jangan masuk ke dalam antek-antek yang memecah belah kita,” katanya, mengutip arahan Presiden.
Menurut Kepler, penguatan keterampilan menjadi salah satu cara menghadapi tekanan ekonomi. Ia mencontohkan pelatihan vokasi yang sebelumnya digelar Dinas Tenaga Kerja untuk 120 peserta dengan delapan bidang keterampilan, seperti tata boga, kecantikan, serta pengolahan kunyit dan jahe.
Program semacam itu, kata dia, harus diikuti dengan peran aktif lembaga kemasyarakatan dalam membuka akses ekonomi bagi warga.
Kepler kemudian mengutip pidato Presiden Soekarno tentang kekuatan pemuda.
“Saya percaya ketika hal ini dilakukan Bapak-Ibu sekalian, maka Tasikmalaya bisa terguncangkan melalui karya-karya pemuda kita,” ujarnya.
Sekretaris Umum IKA PMII, Miftah Farid, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya peran pemuda dalam persoalan sehari-hari. Karang Taruna, kata dia, dapat ikut menjaga keamanan lingkungan dari ancaman geng motor, mendampingi pelaku UMKM, hingga menggerakkan warga membersihkan saluran air.
Dengan pendekatan itu, bela negara tidak berhenti sebagai slogan. Ia dapat hadir melalui pekerjaan, usaha, kepedulian lingkungan, serta kemampuan pemuda menjaga masyarakat dari konflik dan informasi palsu.





