NewsPolitik

DPRD Kota Tasikmalaya Dorong KA Lokal Jadi Penghubung Mobilitas Priangan Timur

32
×

DPRD Kota Tasikmalaya Dorong KA Lokal Jadi Penghubung Mobilitas Priangan Timur

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – DPRD Kota Tasikmalaya mendorong pemerintah daerah dan PT KAI menghidupkan kembali layanan kereta api lokal Tasikmalaya-Bandung. Moda transportasi berbasis rel itu dinilai dapat menjadi pilihan perjalanan yang lebih murah sekaligus menghubungkan mobilitas masyarakat di kawasan Priangan Timur.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., mengatakan pengaktifan kereta lokal tidak semestinya hanya berorientasi pada rute Tasikmalaya-Bandung. Layanan tersebut dapat dikembangkan menjadi jaringan yang menghubungkan sejumlah daerah di Priangan Timur.

Gagasan itu disampaikan Elan dalam audiensi Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dengan KAMMI Daerah Tasikmalaya mengenai integrasi transportasi kereta api lokal, Senin, 14 September 2026, di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya.

“Kereta api lokal bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat transportasi publik kita. Masyarakat membutuhkan pilihan perjalanan yang efisien, terjangkau, dan terintegrasi,” kata Elan.

Menurut dia, rute kereta dapat mempertimbangkan sejumlah stasiun, antara lain Tasikmalaya, Indihiang, Ciawi, dan Cipeundeuy. Jalur tersebut juga dapat dikembangkan untuk terhubung dengan wilayah Ciamis dan Banjar.

Kereta lokal, kata Elan, dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan transportasi jalan raya. Moda tersebut juga berpotensi mengurangi tekanan lalu lintas di jalur antarkota.

Sejumlah pihak dalam audiensi, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas PUTR, dan PT KAI, disebut memberikan respons positif terhadap gagasan tersebut. Dari sisi infrastruktur, jalur rel yang tersedia dinilai masih dapat dimanfaatkan. Pengaturan sarana dan jadwal perjalanan dapat dikaji, terutama untuk mengakomodasi mobilitas pada pagi dan sore hari.

Namun, Elan menilai pengaktifan kembali layanan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu daerah. Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu membangun komunikasi dengan pemerintah daerah lain yang berada dalam jaringan mobilitas Priangan Timur.

“Kepentingan ini bukan hanya milik satu daerah. Mobilitas masyarakat di Priangan Timur saling terhubung. Karena itu, sinergi antardaerah menjadi bagian penting untuk mendorong realisasi layanan kereta api lokal,” ujarnya.

Ia menyebut Kota Tasikmalaya memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Priangan Timur. Tingginya mobilitas warga menuju daerah lain, termasuk Bandung, membutuhkan pilihan transportasi publik yang terintegrasi.

Selain memangkas beban lalu lintas, kereta lokal dinilai dapat menekan biaya dan waktu perjalanan. Layanan tersebut juga berpotensi menunjang pergerakan komoditas serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur.

Elan meminta aspek tarif menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah daerah bersama PT KAI dapat mengkaji skema subsidi atau Public Service Obligation (PSO) agar tarif kereta tetap terjangkau.

“Dalam hal ini, hal yang terpenting, kita membangun sistem transportasi publik yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tentu seluruh aspek teknis, regulasi, dan pembiayaan harus dikaji secara matang sebelum diterapkan,” kata Elan.

Menurut dia, pengaktifan KA lokal akan membutuhkan kajian menyeluruh, mulai dari kondisi jalur, kebutuhan penumpang, jadwal perjalanan, tarif, hingga skema pembiayaan. Jika seluruh unsur tersebut dapat disatukan, kereta lokal bukan sekadar moda alternatif, tetapi dapat menjadi tulang punggung konektivitas masyarakat Priangan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *