News

Saat Tausiyah Maulid Nabi Disampaikan dengan Bahasa Isyarat di Kota Tasikmalaya

42
×

Saat Tausiyah Maulid Nabi Disampaikan dengan Bahasa Isyarat di Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Islah, kawasan Mall Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, berlangsung dengan pendekatan berbeda. Ratusan penyandang disabilitas mengikuti tausiyah keagamaan yang disampaikan dengan dukungan penerjemah bahasa isyarat.

Kegiatan yang digelar Pokja Majelis Taklim Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya itu mempertemukan peserta dari lima sekolah luar biasa (SLB) swasta dan para alumninya. Mereka datang bersama guru, pendamping, maupun keluarga sejak pukul 08.00 WIB.

Peringatan Maulid tersebut merupakan hasil kolaborasi Pokja Majelis Taklim Kemenag Kota Tasikmalaya dengan Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FKKS) SLB Swasta Kota Tasikmalaya.

Ketua Pokja Majelis Taklim Kemenag Kota Tasikmalaya, Hj. Ai Rosidah, mengatakan kegiatan itu dirancang sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan agama yang dapat diakses penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka membangun inklusif di bidang pendidikan agama, agar para penyandang disabilitas dapat menerima ilmu tentang keagamaan,” kata Ai.

Menurut dia, akses terhadap pendidikan agama bukan hanya soal pengetahuan keagamaan, tetapi juga dapat memperkuat mental, keimanan, dan ketakwaan penyandang disabilitas.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustadz Sofyan Tsauri, Lc., dari Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya yang juga menjabat Ketua Bidang PUI Kota Tasikmalaya. Ia mengulas keteladanan Nabi Muhammad SAW dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi tausiyah diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh seorang pendamping untuk peserta penyandang disabilitas rungu. Cara tersebut membuat pesan keagamaan dapat diikuti bersama tanpa membedakan kemampuan peserta dalam menerima informasi.

Selain tausiyah, peserta mengikuti pembacaan shalawat dan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya.

Bagi Pokja Majelis Taklim Kemenag Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperluas akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas. Peringatan Maulid ini juga menjadi kegiatan perdana yang mempertemukan penyandang disabilitas dari sejumlah SLB dalam satu kegiatan keagamaan.

Ketua FKKS SLB Kota Tasikmalaya, H. Tata Tajudin, mengatakan kolaborasi tersebut perlu dilanjutkan di luar momentum Maulid Nabi.

“Kolaborasi ini jangan terhenti di acara peringatan Maulid Nabi saja, tetapi perlu dibangun kolaborasi yang lebih luas dalam membentuk karakter siswa yang Islami,” ujar Tata.

Ia mengatakan pendidikan agama dapat menjadi salah satu sarana memperkuat mental dan kepribadian siswa penyandang disabilitas, sekaligus memberikan dukungan bagi keluarganya.

Tata juga mengapresiasi manajemen Mall Asia Plaza yang menyediakan tempat dan fasilitas kegiatan. Menurut dia, keterlibatan dunia usaha dapat memperluas ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.

Ia berharap dukungan tersebut menjadi contoh bagi pelaku usaha lain di Kota Tasikmalaya untuk membangun lingkungan yang lebih inklusif.

Kolaborasi antara Kemenag, SLB, keluarga, dan dunia usaha itu diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pendidikan agama yang inklusif dinilai perlu terus dikembangkan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *