KOTA TASIK (CM) – Momentum peringatan kemerdekaan menjadi ruang bagi Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Heri Ahmadi, untuk mengajak warga memperkuat pembinaan generasi muda berbasis nilai keagamaan.
Pesan itu disampaikan Heri saat menggelar reses bersama sekitar 100 warga RW 06 Bojonglimus, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Selasa malam, 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Linggajaya Hendrik.
Reses yang digelar selepas Isya itu dirangkaikan dengan tasyakuran dan tahadduts binni’mah untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Heri mengatakan kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni. Momentum tersebut, menurut dia, perlu diisi dengan membangun kualitas generasi yang memiliki kemampuan, akhlak, dan kepedulian sosial.
Ia menilai Al-Qur’an dapat menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Semoga dari lingkungan kita lahir generasi yang cinta Al-Qur’an. Kemerdekaan yang kita syukuri ini harus diisi dengan membangun generasi yang baik, berakhlak, dan memiliki kontribusi bagi masyarakat,” ujar Heri.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Heri memanfaatkan reses sebagai ruang bertemu langsung dengan warga. Ia berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga warga umum.
Menurut Heri, pertemuan tatap muka penting untuk mengetahui kondisi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Reses, kata dia, bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan kesempatan untuk menjaga komunikasi dengan konstituen.
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Warga dan Heri berbaur dalam kegiatan yang juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi tersebut.
Rangkaian acara ditutup dengan makan bersama secara prasmanan. Warga dan wakil ketua DPRD itu menikmati hidangan dalam suasana kekeluargaan.
Melalui kegiatan tersebut, Heri ingin menjadikan reses bukan hanya sebagai ruang menyerap aspirasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan nilai sosial-keagamaan di tengah masyarakat.





