News

SOR Mangunreja Disiapkan Jadi Homebase Persitas Berstandar FIFA

40
×

SOR Mangunreja Disiapkan Jadi Homebase Persitas Berstandar FIFA

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tak ingin pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja berhenti pada pembangunan fisik. Stadion tersebut diproyeksikan memenuhi standar internasional dan menjadi kandang Persatuan Sepak Bola Kabupaten Tasikmalaya (Persitas).

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan rujukan pembangunan lapangan sepak bola berstandar internasional sebenarnya sudah tersedia di daerah. Salah satunya Lapangan Lodaya di Kecamatan Cisayong yang telah memenuhi standar Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Asep mengatakan bahwa kualitas Lapangan Lodaya dapat menjadi acuan dalam melanjutkan pembangunan SOR Mangunreja.

“Untuk pembangunan stadion di Mangunreja, tidak perlu jauh-jauh. Contoh saja Lapangan Lodaya Cisayong yang sudah diakui sesuai standar FIFA. Kuncinya adalah menjaga kualitas,” kata Asep pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Asep, pembangunan lapangan berstandar FIFA tidak bisa dilakukan sekadar mengejar tampilan. Sejumlah aspek teknis harus diperhatikan sejak awal, mulai dari konstruksi fondasi, sistem drainase, hingga penggunaan rumput khusus seperti Zoysia matrella.

Pemkab Tasikmalaya, kata dia, akan mengawal proses pembangunan agar SOR Mangunreja dapat berfungsi optimal dan memenuhi ketentuan yang direkomendasikan FIFA.

“Saya akan ikut memperhatikan sejauh mana fungsi Stadion Mangunreja ini nantinya. Stadion harus betul-betul bisa difungsikan dan memenuhi standar yang direkomendasikan FIFA,” ujarnya.

Asep juga melihat stadion tersebut sebagai investasi olahraga sekaligus penggerak ekonomi. Selain menjadi ruang publik dan tempat pertandingan, SOR Mangunreja diharapkan dapat menjadi homebase Persitas serta lokasi pertandingan berskala nasional hingga internasional.

“Sehingga stadion bisa dipergunakan oleh berbagai klub, bahkan jadi homebase Persitas untuk menyelenggarakan pertandingan kelas nasional maupun internasional. Kita semua harus punya cita-cita ke sana,” kata dia.

Untuk pengerjaan teknis, Asep mendorong Pemkab melibatkan tenaga lokal yang memiliki rekam jejak dalam pembangunan sarana olahraga di sejumlah daerah, antara lain Malangbong, Bekasi, dan Purwakarta.

“Pergunakan saja putra daerah yang sudah berprestasi dan karyanya diakui oleh semua pihak,” ujar Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *