News

Pelatihan Hantaran Jadi Jalan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Tengah Fiskal Daerah

61
×

Pelatihan Hantaran Jadi Jalan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Tengah Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Keterbatasan fiskal tidak menyurutkan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 15 ibu rumah tangga mendapat pelatihan membuat hantaran dan seserahan pernikahan sebagai bekal membuka usaha rumahan.

Pelatihan itu digelar melalui kolaborasi Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, LPK Nova, dan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDIP, Kepler Sianturi. Program tersebut dibiayai dari anggaran aspirasi DPRD atau Pokok Pikiran (Pokir) 2026.

Para peserta tidak sekadar belajar membuat hantaran. Mereka dilatih mengolah kain sinjang, mukena, dan perlengkapan pernikahan menjadi berbagai bentuk hantaran, seperti ayam, bunga, dan merpati. Mereka juga mendapat materi pengemasan kado seserahan.

Pembina LPK Nova, Tiktik Sumartika, mengatakan keterampilan tersebut memiliki peluang ekonomi yang cukup luas. Permintaan jasa hantaran tidak hanya muncul saat pernikahan, tetapi juga khitanan dan berbagai perayaan keagamaan.

“Harapannya keterampilan ini bisa menjadi bekal jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga. Bahkan peserta bisa mengajarkannya kepada tetangga,” kata Tiktik.

LPK Nova selama ini bergerak di sejumlah bidang keterampilan, mulai dari tata rias pengantin, kecantikan kulit, penataan rambut, hingga dekorasi dan penyewaan tenda.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Arief Rahman Gumilar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui dana hibah pemerintah yang disalurkan berdasarkan aspirasi DPRD.

Menurut Arief, pelatihan hantaran relevan dengan kebutuhan masyarakat karena pasarnya relatif tersedia. Peserta juga diharapkan mampu menggunakan keterampilan itu untuk memenuhi kebutuhan sendiri ketika memiliki hajatan.

“Ini bukan hanya untuk pernikahan, tapi juga khitanan hingga perayaan keagamaan. Ini juga merupakan permohonan langsung dari masyarakat,” ujar Arief.

Pelatihan tersebut diikuti warga dari daerah pemilihan satu yang meliputi Kecamatan Cihideung, Tawang, dan Bungursari. Peserta antara lain berasal dari Garawangi, Kahuripan, dan Cienteung. LPK Nova bahkan menambah kuota menjadi 16 peserta.

Kepler Sianturi mengatakan program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas. Ia memilih pemberdayaan perempuan sebagai salah satu sasaran karena ibu rumah tangga dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dari rumah.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang tidak baik-baik saja, kita berpikir perlu memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu,” kata Kepler.

Menurut dia, waktu luang setelah mengurus rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Keterampilan membuat hantaran juga memungkinkan peserta membuka jasa dari lingkungan terdekat.

“Harapannya ibu-ibu bisa mandiri. Tidak perlu lagi membeli atau menyewa dari pihak lain. Kalau sudah punya keterampilan, mereka juga bisa membuka jasa untuk tetangga,” ujarnya.

Kepler mengakui jumlah peserta masih terbatas karena kemampuan anggaran daerah. Namun ia memastikan program pelatihan serupa akan kembali diusulkan pada tahun depan.

“Kita berharap keuangan daerah tahun depan lebih baik. Kalau keuangan baik, program pemberdayaan masyarakat bisa lebih maksimal,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *