News

Hari Santri Jadi Momentum, Viman Perkuat OHAN Hafizh: 44 Peserta Lulus, Angkatan Kedua Segera Diluncurkan

31
×

Hari Santri Jadi Momentum, Viman Perkuat OHAN Hafizh: 44 Peserta Lulus, Angkatan Kedua Segera Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama kiai, ulama, dan perwakilan lembaga keagamaan dihadapan ribuan santri memadati Stadion Dadaha, Kamis (22/10/2026).

KOTA TASIK (CM) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi penguatan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membangun generasi Qurani melalui program OHAN Hafizh (One Kelurahan One Hafizh), salah satu program dalam agenda Tasik Religius.

Di hadapan ribuan santri, kiai, ulama, dan perwakilan lembaga keagamaan yang memadati Stadion Dadaha, Kamis, 22 Oktober 2026, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan pentingnya menjaga karakter santri sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Apel Akbar dan Kirab Santri yang digelar dalam rangka HSN 2026 tersebut berlangsung dalam suasana perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh” dinilai selaras dengan nilai-nilai yang melekat pada kehidupan santri: santun dalam perilaku, teguh memegang prinsip, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.

“Tema ‘Langkah Santun, Jiwa Tangguh’ ini sangat dekat dengan karakter para santri. Santun dalam bersikap, teguh memegang nilai-nilai agama, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai inilah yang ingin terus kita jaga dalam membangun Kota Tasikmalaya ke depan,” ujar Viman dalam sambutannya.

Di tengah peringatan Hari Santri, Viman menyoroti penguatan pembangunan bidang keagamaan melalui program Tasik Religius, termasuk OHAN Hafizh yang mengusung gagasan satu kelurahan satu hafizh.

Menurut Viman, program tersebut akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan pondok pesantren di Kota Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, angkatan pertama program OHAN Hafizh telah mewisuda sebanyak 44 peserta. Program ini akan terus kita kembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan seluruh pondok pesantren di Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Capaian 44 peserta pada angkatan pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan pembinaan hafizh dan hafizhah di Kota Tasikmalaya. Melalui penguatan program ini, pendidikan Al-Qur’an diharapkan semakin berkembang dengan dukungan pemerintah, pesantren, dan masyarakat.

Viman juga mengumumkan rencana peluncuran angkatan kedua OHAN Hafizh dalam rangkaian Tabligh Akbar dan Malam Tasyakur Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya yang digelar pada Kamis malam. “Insya Allah, pada kesempatan tersebut kita juga akan meluncurkan angkatan kedua Program OHAN Hafizh. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh santri dan santriwati, para kiai, ajengan, alim ulama, dan seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bersama-sama hadir,” ajaknya.

Peluncuran angkatan kedua tersebut menjadi bagian penting dari kesinambungan program. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembinaan berjalan konsisten, memperluas kolaborasi antarlembaga, serta menjaga agar program memberikan manfaat nyata bagi penguatan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.

Selain penguatan pendidikan keagamaan, Viman mendorong pesantren untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa santri masa kini perlu memiliki bekal yang lebih luas agar mampu menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak.

“Anak-anak santri juga harus berani menguasai teknologi, mengembangkan keterampilan, dan memiliki jiwa wirausaha. Karena santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akhlak dan nilai-nilai keislaman yang menjadi pegangannya,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan penguatan karakter dan peningkatan keterampilan sebagai dua hal yang perlu berjalan beriringan. Santri diharapkan tidak hanya memiliki fondasi keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Viman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Santri sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta memanjatkan doa bagi keberkahan dan kemajuan Kota Tasikmalaya.

Viman juga meminta dukungan doa, nasihat, dan bimbingan dari para kiai, ajengan, serta alim ulama. Menurutnya, pembangunan Kota Tasikmalaya membutuhkan kebersamaan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar pondok pesantren.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, penguatan OHAN Hafizh diharapkan tidak berhenti pada peluncuran angkatan baru, tetapi berlanjut menjadi upaya berkesinambungan dalam memperluas pembinaan Al-Qur’an dan membangun generasi yang religius, berakhlak, serta adaptif terhadap perkembangan zaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *