News

Gempa M5,3, KAI Daop 2 Langsung Sisir Jalur Kereta

1023
×

Gempa M5,3, KAI Daop 2 Langsung Sisir Jalur Kereta

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api setelah gempa Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Jawa Barat pada Rabu malam, 5 Agustus 2026.

Gempa terjadi pukul 21.55 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer.

Getaran terasa di hampir seluruh wilayah operasi Daop 2 Bandung. Sejumlah lintasan yang terdampak antara lain Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, serta Cipatat–Gandasoli.

Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung memerintahkan kereta yang sedang berjalan untuk berhenti sementara. Kereta ditahan di stasiun terdekat atau di petak jalan hingga pemeriksaan prasarana selesai.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan penghentian perjalanan merupakan prosedur keselamatan yang diterapkan setiap kali terjadi gangguan yang berpotensi memengaruhi perjalanan kereta.

“Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh,” ujar Kuswardojo.

Pemeriksaan mencakup rel, jembatan, terowongan, wesel, serta berbagai infrastruktur pendukung perjalanan kereta api.

Sejumlah kereta yang sempat tertahan antara lain KA Parcel Selatan (306) di Stasiun Banjar, KA Cikuray (300) di Stasiun Leles, dan KA Kutojaya Selatan (292) di petak jalan Cibatu–Warungbandrek KM 217+900.

KA Mutiara Selatan (72) tertahan di petak jalan Cipeundeuy–Cirahayu KM 237+000. Sementara KA Commuter Line Garut (350) berhenti di Stasiun Wanaraja, KA Lodaya (PLB 80B) di petak jalan Manonjaya–Ciamis KM 289+200, dan KA Serayu (PLB 287A) di Stasiun Cipeundeuy.

Kuswardojo mengatakan pemeriksaan harus dituntaskan sebelum perjalanan kembali diizinkan. KAI, kata dia, tidak ingin mengambil risiko dengan menjalankan kereta sebelum kondisi prasarana dipastikan aman.

“Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” katanya.

Hingga pukul 22.25 WIB, pemeriksaan prasarana masih berlangsung di sejumlah lintasan yang merasakan getaran gempa. Daop 2 Bandung terus memantau kondisi lapangan dan akan menyampaikan perkembangan operasional melalui kanal resmi KAI.

KAI mengimbau pelanggan tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Perusahaan memastikan keputusan operasional setelah gempa akan mengutamakan keselamatan perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *