Tasikmalaya

Taman Kota dan Prioritas Pengamanan Tahun Baru

54
×

Taman Kota dan Prioritas Pengamanan Tahun Baru

Sebarkan artikel ini
Taman Kota dan Prioritas Pengamanan Tahun Baru

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON)– Seperti anak kecil yang punya baju baru dan ingin dipakai saat lebaran, begitu pula dengan Taman Kota Tasikmalaya.

Iya. Eksistensi Taman Kota Tasikmalaya yang bersebelahan dengan Mesjid Agung ini ingin digeber pengerjaannya. Setelah selesai, taman senilai Rp 10 Milyar ini ingin dipakai tahun baru.

Buktinya, Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh jajaran yang tergabung dalam pengamanan malam tahun baru 2017 nanti, akan menjadikan Taman Kota ini menjadi prioritas titik pengamanan.

Demikian penjelasan Sekda Kota Tasikmalaya Idi S Hidayat. Katanya, Taman Kota harus berjalan sesuai fungsinya pada malam pergantian tahun nanti.

“Jangan sampai taman Kota di jadikan lahan parkir, lahan pedagang, lahan bermain otopet. Itu tidak boleh,” kata Idi, usai rapat gabungan di ruang rapat Walikota setempat, akhir pekan ini.

Ia menegaskan, taman kota bukan tempat baru untuk berjualan. Ini adalah lahan terbuka hijau untuk aktivitas masyarakat.

“Peringatkan pada para pedagang yang melanggar. Saya meminta pada para petugas pengamanan di wilayah Taman Kota, harus melakukan langkah-langkah persuasif,” jelasnya.

Berikanlah langkah persuasif kepada para pedagang. Melalui imbuhan secara lisan maupun melalui surat teguran, sehingga mereka tidak merasa terusir dan terganggu haknya untuk berjualan.

Kendati demikian, pihaknya bukan melarang berjualan dan mencari rezeki pada para pedagang di area taman Kota. Sebaliknya upaya ini untuk mengantisipasi dampak menjamurnya para pedagang yang semula tidak ada, malah jadi ada.

“Ini kan malah jadi repot, yang akan di salahkan ujung-ujungnya pemerintah,” katanya.

Jangan telat. Jika mereka sudah berjualan dan nyaman, lalu terusir,
Akhirnya mereka nanti menuntut untuk di relokasi. Tentu hal serupa ini tidak dibenarkan dan akan ditolak secara tegas permintaan relokasinya.

“Mereka akan minya direlokasi. Dengan dalih kami semula tidak mengijinkan berdagang dan tidak ada yang berdagang di area taman kota,” tegasnya.

Kabid Pertamanan Heny berharap, keberadaan Taman Kota ini bisa dijaga semuanya. Merasa memiliki dan menyayangi.

“Kami harapakan, untuk menjaga keutuhan taman kota. Ini harus ada pengertian masyarakat untuk adanya rasa memiliki. Sehingga arena taman Kota benar-benar steril dari pedagang, sampah, vandalisme dan lainnya,” ujarnya. (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *