News

Pemkab Tasikmalaya Pinjam Rp230 Miliar untuk Perbaikan Jalan 63 Km

93
×

Pemkab Tasikmalaya Pinjam Rp230 Miliar untuk Perbaikan Jalan 63 Km

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk memperbaiki puluhan kilometer jalan rusak. Kesepakatan pinjaman senilai Rp230,25 miliar itu ditandatangani di Pendopo Baru, Kamis 30 April 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk penanganan infrastruktur jalan sepanjang 63 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengatakan skema pembiayaan ini dipilih setelah adanya rasionalisasi transfer dana dari pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran daerah.

“Di tengah rasionalisasi anggaran, kami bersyukur mendapat kepercayaan dari PT SMI sebagai mitra pembiayaan. Banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan segera,” ujar Cecep.

Ia menegaskan, dana pinjaman tersebut tidak akan masuk ke kas pemerintah daerah maupun ke rekening kepala daerah. Mekanisme pencairan dilakukan langsung oleh PT SMI kepada kontraktor pelaksana melalui Bank BJB berdasarkan progres pekerjaan.

“Skemanya seperti Dana Alokasi Khusus. Proses lelang tetap dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan pembayaran dilakukan langsung kepada kontraktor sesuai tahapan pekerjaan,” jelasnya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menambahkan bahwa skema pinjaman daerah merupakan hal yang lazim dilakukan untuk mempercepat pembangunan, khususnya ketika kebutuhan infrastruktur mendesak.

Menurutnya, pembiayaan tersebut tidak hanya difokuskan pada perbaikan badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan drainase agar hasil pembangunan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Ini investasi untuk masyarakat. Jalan diperbaiki sekaligus dengan sistem drainasenya agar kualitasnya lebih baik dan manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” kata Asep.

Direktur Public Financing and Project Development PT SMI, Faaris Pranawa, menilai Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang progresif dalam memanfaatkan skema pembiayaan kreatif untuk pembangunan.

Ia menyebut Tasikmalaya termasuk salah satu pemerintah daerah yang menjadi pelopor dalam program pembiayaan infrastruktur daerah tahun ini.

“Pada tahun ini ada sekitar 90 pemerintah daerah yang berproses. Kabupaten Tasikmalaya termasuk yang terdepan dalam merealisasikan kerja sama ini,” ujarnya.

Faaris memastikan pencairan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan proyek. Setiap tahapan juga akan diawasi secara ketat oleh konsultan dan berbagai pihak terkait.

“Pencairan dilakukan berdasarkan progres pekerjaan. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Andi Supriadi, menyambut baik langkah percepatan pembangunan tersebut. Namun ia menekankan pentingnya pengawasan dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, partisipasi publik sangat diperlukan mengingat pembiayaan ini merupakan pinjaman daerah yang harus dikembalikan dalam jangka waktu lima tahun.

“Masyarakat perlu ikut mengawasi agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan proses lelang dapat segera dilaksanakan, sehingga pengerjaan fisik jalan bisa dimulai pada tahun ini. Dengan perbaikan tersebut, aksesibilitas masyarakat diharapkan semakin baik dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terdorong lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *