News

Pagerageung Bergerak, Pemkec dan KPAID Bersinergi Cegah Kenakalan Remaja

42
×

Pagerageung Bergerak, Pemkec dan KPAID Bersinergi Cegah Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Pemerintah Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, mengambil langkah serius menyikapi meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kenakalan remaja dan pergaulan bebas.

Bersama KPAID Kabupaten Tasikmalaya, berbagai pihak dikumpulkan untuk menyusun strategi pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Pagersari, Selasa 29 April 2026. Forum ini dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Pagerageung, unsur puskesmas, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri. Pertemuan itu juga menjadi ajang identifikasi berbagai persoalan perlindungan anak di tingkat desa.

Camat Pagerageung, Nandang Heryana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merumuskan tindakan nyata, bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, keresahan masyarakat terkait perilaku remaja perlu direspons dengan program yang terarah dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menekan potensi kenakalan remaja dan pergaulan bebas di wilayah Pagerageung,” ujar Nandang.

Ia menjelaskan, penanganan persoalan remaja harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari lingkungan pendidikan, pemerintah desa, layanan kesehatan, hingga aparat keamanan dan tokoh agama.

Sekolah dari jenjang dasar hingga menengah akan didorong berperan aktif dalam pembinaan karakter siswa. Sementara pemerintah desa diminta mengoptimalkan fungsi perlindungan anak di wilayah masing-masing.

“Semua pihak harus menjalankan perannya. Sekolah, desa, puskesmas, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas harus bergerak bersama. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda,” katanya.

Menurut Nandang, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Peran orang tua, serta pengawasan di tingkat RT dan RW, dinilai sangat penting untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyambut baik inisiatif yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Pagerageung. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini layak menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Tasikmalaya.

“Langkah seperti ini seharusnya tidak hanya dilakukan di Pagerageung, tetapi juga dapat diterapkan di kecamatan lain,” ujar Ato.

Ia mengungkapkan, kasus yang melibatkan anak dan remaja di Kabupaten Tasikmalaya masih cukup tinggi. Berbagai persoalan seperti perundungan, tawuran, penggunaan gadget yang tidak terkontrol, hingga pergaulan bebas masih menjadi tantangan serius.

Menurutnya, pendekatan pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah masalah terjadi. Edukasi berkelanjutan dan keterlibatan orang tua menjadi kunci utama.

“Dengan duduk bersama seperti ini, berbagai potensi persoalan bisa dipetakan lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tambahnya.

Selain menyusun rencana aksi, forum tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak.

Kepala puskesmas dan para kepala desa diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh, risiko pergaulan bebas, serta dampak kenakalan remaja terhadap masa depan anak.

Tokoh masyarakat juga menyoroti pengaruh konten negatif di media sosial yang semakin mudah diakses anak-anak. Mereka mendorong adanya program literasi digital yang menjangkau hingga tingkat dusun.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kecamatan Pagerageung menargetkan penurunan signifikan angka kenakalan remaja dalam satu tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala bersama KPAID, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Anak-anak kita harus tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Nandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *