News

Dana Terbatas, PELTI Tasikmalaya Tetap Pasang Target di Porprov Jabar 2026

35
×

Dana Terbatas, PELTI Tasikmalaya Tetap Pasang Target di Porprov Jabar 2026

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 terus dimatangkan oleh berbagai cabang olahraga. Salah satunya tenis lapangan yang berada di bawah naungan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PELTI) Kota Tasikmalaya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kota (Muskot) PELTI Kota Tasikmalaya periode 2026-2030 yang digelar di Aula RS Bunda Aisyah, Jumat (1/5/2026). Dalam forum itu, kesiapan atlet dan strategi pembinaan menjadi fokus utama demi menghadapi ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.

Pembina PELTI Kota Tasikmalaya, Dayat Mustofa, menegaskan bahwa persiapan atlet harus dilakukan secara maksimal. Menurutnya, peluang meraih prestasi di Porprov 2026 cukup terbuka lebar, mengingat cabang olahraga tenis lapangan telah memastikan diri lolos dan berhak tampil di ajang tersebut.

“Kita memiliki peluang yang cukup besar. Tinggal bagaimana persiapan ini benar-benar dimaksimalkan agar target prestasi dapat tercapai,” ujar Dayat kepada wartawan.

Namun, ia mengakui upaya tersebut dihadapkan pada tantangan serius, terutama terkait keterbatasan anggaran. Kondisi keuangan daerah yang belum stabil dinilai berpengaruh terhadap dukungan pembinaan atlet.

“Kondisi keuangan Kota Tasikmalaya, seperti yang kita ketahui, saat ini sedang tidak baik,” katanya.

Dayat menekankan, keberhasilan kontingen tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik dan mental atlet. Dukungan pendanaan juga menjadi faktor penting untuk menunjang program latihan, pembinaan, hingga kebutuhan mengikuti berbagai kejuaraan.

Meski demikian, ia meminta seluruh atlet dan pengurus tetap optimistis. Semangat juang dan kemandirian dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi situasi yang ada.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman. Ia menyebut kondisi kas daerah saat ini belum memungkinkan untuk memastikan pencairan dana hibah bagi KONI.

“Saat ini kondisi kas daerah belum memungkinkan untuk memastikan penyaluran dana hibah ke KONI,” ujarnya.

Menurut Momon, pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi keuangan. Ia berharap nantinya ada solusi agar kebutuhan pembinaan atlet tetap dapat terpenuhi.

Sementara itu, Bidang Organisasi KONI Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menilai pembinaan tenis lapangan membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. Cabang olahraga ini, kata dia, tidak bisa menghasilkan prestasi secara instan.

“Tenis lapangan memerlukan pembinaan khusus dan proses yang panjang. Tidak bisa dicapai dalam waktu singkat,” jelasnya.

Epi mengakui, meskipun klub-klub tenis di Kota Tasikmalaya cukup aktif, pembinaan prestasi pada kelompok usia dini hingga remaja masih perlu diperkuat. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mencetak atlet potensial secara berkesinambungan.

Selain itu, tenis lapangan juga menghadapi persaingan dengan cabang olahraga lain yang kini semakin diminati masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah padel, olahraga raket yang popularitasnya terus meningkat.

“Padel berkembang sangat pesat, didukung oleh figur publik dan fasilitas yang menarik,” katanya.

Di sisi lain, keterlambatan pencairan anggaran hibah turut berdampak pada pelaksanaan program pembinaan. Meski begitu, Epi meminta jajaran pengurus PELTI, khususnya bidang pembinaan prestasi, tetap fokus menjalankan program yang telah direncanakan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan PELTI Kota Tasikmalaya periode 2020-2025 atas kontribusi dan dedikasinya dalam memajukan tenis lapangan di daerah.

Dengan berbagai tantangan yang ada, PELTI Kota Tasikmalaya tetap optimistis mampu tampil kompetitif di Porprov Jawa Barat 2026. Kemandirian, konsistensi latihan, dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk menjaga peluang meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama Kota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *