Jawa Barat

Sumur Bor Bantuan di Pangandaran Tidak Dapat Digunakan

143
×

Sumur Bor Bantuan di Pangandaran Tidak Dapat Digunakan

Sebarkan artikel ini
Sumur Bor Bantuan di Pangandaran Tidak Dapat Digunakan
Ilustrasi

PANGANDARAN, (CAMEON) – Ketua KTNA Desa Batukaras Endang Sukara merasa geram kepada rekanan yang mengerjakan proyek sumur bor pantek. Pasalnya, pihak rekanan  mengambil kembali mesin genset pompa air yang sebelumnya sudah terpasang. Namun kini genset tersebut tidak ada ditempatnya sehingga sumur bor pantek bantuan dari pemerintah itu tidak bisa digunakan.

Endang menjelaskan, sebelumnya mesin genset pompa air itu sudah terpasang dan sumur bor bisa digunakan oleh masyarakat. Namun pihak rekanan mengambil kembali mesin tersebut. “Kenapa pihak rekanan mengambil lagi mesin tersebut, ditambah pengambilan tersebut tanpa ada pemberitahuan. Setidaknya kalau toh itu genset mau diambil, bicara dulu sama saya, jangan asal ambil saja,” ujarnya dengan nada kesal.

“Aksi rekanan yang mengambil mesin genset pompa air pertama kali diketahui sama istri saya, seharusnya pihak rekanan tidak melakukan hal itu, karena proyek sumur bor sudah satu paket sampai bisa digunakan, sekarang kan proyek tersebut mubajir,” cetus Endang.

Endang berharap genset mesin pompa air yang diambil oleh pihak rekanan segera dipasang kembali. “Saya minta segera dipasang lagi agar sumur pantek bisa dioperasikan lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan ( KPK ) Kabupaten Pangandaran, Ir. Adi Nugraha, didampingi Plt. Kabid Pertanian, Rusyana, menegaskan bahwa proyek pembangunan sumur pantek sudah selesai dilaksanakan sejak lama oleh pihak rekanan.

Menurut dia, sarana penunjang berupa pemasangan genset pompa air menjadi tanggungjawab penerima program. “Kami sudah mengecek ke lapangan setelah sumur pantek selesai dikerjakan oleh pihak rekanan. Dan hasilnya sudah sesuai dan bisa digunakan,” tutur Rusyana.

Setelah itu, lanjut Rusyana, Baru kita melakukan berita acara serah terima antara Dinas ke kelompok tani. Dan selanjutnya semua tanggungjawabnya ada sama penerima. “Jadi program kegiatan tersebut sudah selesai sejak enam bulan yang lalu, bahkan sudah diserah terimakan dengan kelompok tani. Meski begitu, pihaknya akan mengecek kembali ke lokasi untuk menindaklanjuti keluhan dari petani terkait persoalan sumur pantek. Bisa saja gensetnya diamankan oleh kelompoknya karena khawatir ada yang mencuri, coba nanti kita cek ya,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *