KAB. TASIK (CM) – Mengemudi sambil merokok hingga membawa muatan berlebih menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Polisi mengedepankan edukasi keselamatan, disertai penindakan terhadap pelanggaran yang berisiko memicu kecelakaan.
Dalam operasi tersebut, petugas menyasar pengendara yang melawan arus, tidak memakai helm, tidak memasang tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), serta memarkir kendaraan di bahu jalan. Pengemudi angkutan barang yang melanggar ketentuan keselamatan juga menjadi sasaran pemeriksaan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, mengatakan pendekatan persuasif menjadi langkah awal sebelum petugas menjatuhkan sanksi. Polisi ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan agar mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
“Hari ini kita menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Polres Tasikmalaya. Sasarannya ada beberapa, utama seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan TNKB, hingga berhenti di bahu jalan,” kata Dian.
Menurut dia, pelanggaran angkutan barang, terutama muatan berlebih atau overload, perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Petugas juga memberikan teguran kepada pengemudi yang merokok saat mengemudi.
Abu rokok yang beterbangan, kata Dian, dapat mengganggu pengguna jalan lain. Karena itu, pengemudi perlu menjaga konsentrasi dan menghindari aktivitas yang membahayakan selama berkendara.
“Di samping pelanggaran prioritas, kami juga menemukan pelanggaran lain seperti truk kayu dengan kelebihan muatan. Untuk saat ini kita lakukan edukasi dulu. Setelah diingatkan berkali-kali tetapi tetap melanggar, baru kita beri tindakan tilang manual. Pada dasarnya yang diperbanyak adalah tilang elektronik,” ujarnya.
Dian juga menyayangkan pengendara yang memilih berputar arah atau menghindari pemeriksaan karena tidak membawa dokumen kendaraan maupun tidak mengenakan helm. Menurut dia, operasi tersebut bertujuan mencegah kecelakaan, bukan sekadar mencari pelanggaran.
Selain pemeriksaan lalu lintas, Satlantas Polres Tasikmalaya menggandeng tim kedokteran dan kesehatan (Dokkes) untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini menyasar sopir angkutan barang dan penumpang yang melintasi jalur utama Singaparna.
Salah seorang pengemudi yang diperiksa ialah Hasan, 55 tahun, sopir truk boks pengangkut kerupuk dari Garut menuju Tasikmalaya. Petugas mendapati Hasan merokok saat mengemudi dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
Setelah dihentikan, Hasan menerima edukasi keselamatan dan menjalani pemeriksaan fisik ringan oleh tim medis. Ia mengaku merokok untuk mengusir kantuk selama perjalanan.
“Tadi merokok karena ngantuk di jalan. Tapi edukasi dari petugas ini sangat bagus untuk keselamatan di jalan raya. Sekarang saya sadar dan tidak akan merokok lagi saat mengendarai kendaraan,” kata Hasan.
Melalui operasi tersebut, kepolisian berharap pengendara semakin disiplin dan memahami risiko pelanggaran lalu lintas. Edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan penindakan diharapkan berjalan beriringan untuk menekan angka kecelakaan di Kabupaten Tasikmalaya.





