News

Pemkab Tasikmalaya Perkuat STEM, Siapkan Siswa Jadi Pencipta Teknologi

52
×

Pemkab Tasikmalaya Perkuat STEM, Siapkan Siswa Jadi Pencipta Teknologi

Sebarkan artikel ini
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka Festival STEM Jenjang PAUD, PKBM, SD, dan SMP Tahun 2026 di Aula Basement Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 27 Oktober 2026.

KAB. TASIK (CM) – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong pembelajaran berbasis sains dan teknologi sejak usia dini untuk menyiapkan generasi yang mampu menciptakan solusi atas persoalan di lingkungan mereka. Pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEM) akan diperkuat di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan penguasaan sains dan matematika menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi. Namun, minat calon mahasiswa terhadap program studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) justru menunjukkan tren penurunan.

Cecep khawatir kesenjangan tersebut membuat Indonesia terus bergantung pada produk teknologi dari luar negeri. Karena itu, pendidikan perlu mendorong peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengembangkan kemampuan menciptakan teknologi dan menghasilkan inovasi.

“Jika kondisi ini dibiarkan, kita hanya akan menjadi konsumen dari produk luar negeri karena tidak produktif menciptakannya sendiri,” ujar Cecep saat membuka Festival STEM Jenjang PAUD, PKBM, SD, dan SMP Tahun 2026 di Aula Basement Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Menurut Cecep, penguatan STEM juga penting untuk mengoptimalkan potensi daerah. Kabupaten Tasikmalaya memiliki sumber daya alam yang dapat dikembangkan, mulai dari energi panas bumi hingga potensi angin di wilayah Cipatujah. Namun, pemanfaatannya membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai sains dan teknologi terapan.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyesuaikan serta memperkuat standar kurikulum agar mampu menumbuhkan ketertarikan anak terhadap bidang STEM sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Wandi Herpiandi mengatakan pendekatan STEM mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika untuk membangun nalar serta logika peserta didik. Pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Wandi, pembelajaran selama ini masih kerap berhenti pada penguasaan teori. Padahal, siswa perlu mendapat kesempatan untuk menguji gagasan dan menghasilkan karya yang menjawab persoalan nyata.

“Melalui pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), anak-anak diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, bahkan berbuat salah untuk kemudian berefleksi,” kata Wandi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menempatkan penguatan STEM sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan capaian Rapor Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan karakter siswa.

Untuk mendukung penerapannya, dinas menyiapkan pelatihan berkala guna meningkatkan kompetensi guru. Pemerintah daerah juga akan mempercepat penerapan pembelajaran berbasis masalah di kelas agar siswa lebih aktif mengeksplorasi gagasan, menguji solusi, dan menghasilkan karya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *