KOTA TASIK (CM) – Sebanyak 80 pelajar dan mahasiswa mengikuti seleksi Gita Bahana Nusantara (GBN) Kota Tasikmalaya 2026. Dari puluhan peserta tersebut, hanya empat penyanyi terbaik yang akan dipilih untuk mewakili Kota Tasikmalaya pada seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Empat peserta yang lolos nantinya akan mengisi kategori suara sopran, alto, tenor, dan bass. Jika berhasil menjadi yang terbaik di tingkat provinsi, mereka berpeluang melaju ke tingkat nasional dan tampil dalam paduan suara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, M.A., yang juga menjadi salah seorang dewan juri, mengatakan GBN merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti setiap daerah. Menurutnya, kehadiran wakil dari setiap kota dan kabupaten menjadi bagian penting dalam membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
“GBN memiliki posisi yang sama pentingnya dengan Paskibraka. Kalau Kota Tasikmalaya tidak memiliki wakil, tentu menjadi kerugian karena ini menyangkut nama baik sekaligus representasi pemerintah daerah,” kata Kepler di sela-sela audisi, Rabu (25/6/2026).
Ia menjelaskan, peserta seleksi berasal dari SMA, SMK hingga perguruan tinggi. Sekitar 14 hingga 16 sekolah dan kampus mengirimkan perwakilannya, termasuk Universitas Siliwangi (Unsil) dan Universitas Perjuangan (Umper).
Menurut Kepler, kemampuan membaca not angka maupun not balok menjadi syarat utama dalam proses seleksi. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan karena peserta yang lolos ke tingkat nasional harus mampu mempelajari materi lagu dalam waktu singkat.
“Di tingkat nasional waktu latihan sangat terbatas. Peserta dituntut bisa langsung membaca notasi yang diberikan dan segera menyanyikannya. Karena itu kemampuan membaca not menjadi syarat yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbud) Kota Tasikmalaya, Dewi Noviyanti, mengatakan penyelenggaraan seleksi tahun ini mendapat dukungan anggaran dari APBD melalui dana pokok pikiran (pokir). Anggaran tersebut juga digunakan untuk mendukung keberangkatan peserta yang lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap seleksi GBN tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga mampu menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki kemampuan vokal sekaligus memperkuat potensi seni dan budaya daerah.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut sehingga semakin banyak talenta muda Kota Tasikmalaya yang berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Dewi.
Proses penilaian dilakukan oleh empat dewan juri yang berasal dari Simfoni, yakni Kepler Sianturi, M.A., Mega Fitri Qolbiyyah, S.Pd., Eva Revina, S.Sos., dan Nia Daniati, S.Sos.
Usai terpilih, empat wakil Kota Tasikmalaya akan menjalani pembinaan sebelum mengikuti seleksi GBN tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada tahap tersebut, peserta dari 27 kabupaten/kota akan bersaing memperebutkan empat tiket menuju tingkat nasional sebagai wakil Jawa Barat.
Kota Tasikmalaya sendiri pernah mencatatkan prestasi dengan mengirimkan wakil hingga tingkat nasional beberapa tahun lalu. Capaian tersebut diharapkan dapat kembali terulang pada penyelenggaraan GBN tahun ini.





