Info & Tips

Kemarau Tak Jadi Alasan, Polres Tasikmalaya Tanam Jagung 5 Hektare

44
×

Kemarau Tak Jadi Alasan, Polres Tasikmalaya Tanam Jagung 5 Hektare

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Musim kemarau tak menghentikan upaya Polres Tasikmalaya menjaga produksi pangan. Kepolisian menanam jagung serentak di lahan seluas 5 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah hukumnya pada Rabu, 16 September 2026.

Penanaman dipusatkan di Kampung Bebedahan RT 001 RW 001, Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi memimpin kegiatan tersebut bersama unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Perum Bulog, dan kelompok tani.

Ade mengatakan kondisi kemarau bukan alasan untuk menghentikan produktivitas pertanian. Menurut dia, keberlanjutan produksi pangan justru perlu dijaga ketika kondisi cuaca berisiko menghambat kegiatan tanam.

“Meski saat ini memasuki musim kemarau, kami tetap berkomitmen menjaga ritme produksi pangan. Penanaman jagung serentak Kuartal III ini adalah langkah konkret Polres Tasikmalaya bersama para petani untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga,” ujar Ade.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari dukungan Polres Tasikmalaya terhadap program ketahanan pangan nasional dan target swasembada pangan 2026. Kepolisian menggandeng pemerintah daerah dan petani untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.

Agar tanaman tetap dapat berkembang, Polres Tasikmalaya bersama instansi terkait menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani binaan di Desa Sukasenang. Bantuan itu berupa benih jagung, pupuk, dan pestisida.

Lahan tanam tersebar di lima wilayah kepolisian sektor. Polsek Tanjungjaya, Cipatujah, Karangnunggal, dan Salopa masing-masing mendapat alokasi 1 hektare. Adapun Polsek Singaparna mendapat alokasi 0,5 hektare.

Sekitar 75 orang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur kepolisian, Dinas Pertanian, Perum Bulog, aparatur desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat.

Kegiatan diawali dengan doa dan penyerahan bantuan secara simbolis. Setelah itu, peserta bersama-sama menanam benih jagung di lahan perkebunan warga.

Langkah tersebut diharapkan menjaga kesinambungan produksi jagung sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan petani dalam mendukung ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *