KOTA TASIK (CM) – Forum Silaturahmi Solusi Masyarakat (FOSSMA) resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD dalam menjawab berbagai persoalan di Kota Tasikmalaya.
Harapan itu mengemuka dalam pengukuhan dan deklarasi Pengurus FOSSMA yang digelar di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Selasa (14/7/2026). Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim SH, MH.
Aslim menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan demokrasi. Menurut dia, organisasi masyarakat tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan DPRD.
Ia mengatakan lahirnya FOSSMA menjadi langkah positif karena membawa semangat membangun persaudaraan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya berharap FOSSMA menjadi organisasi yang inklusif, terbuka, dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan semangat kebersamaan,” kata Aslim.
Aslim juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan FOSSMA periode 2026–2031 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan organisasi sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Menurut dia, DPRD membutuhkan berbagai masukan, kritik yang membangun, dan aspirasi masyarakat dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan. Karena itu, DPRD membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk FOSSMA.
“Kami siap membangun komunikasi dengan FOSSMA agar berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibahas secara konstruktif demi kepentingan warga Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aslim menilai tantangan pembangunan Kota Tasikmalaya di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan UMKM, hingga infrastruktur, membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan.
Sementara itu, Ketua FOSSMA periode 2026–2031, Drs. H. Dadang Abdul Fatah MM, mengatakan pihaknya akan segera menyusun program kerja lima tahun ke depan dengan mengedepankan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dadang menegaskan FOSSMA akan berperan mengawal kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi agar program yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“FOSSMA hadir untuk mengawal kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya demi mewujudkan masyarakat yang religius, maju, dan sejahtera. Kami juga akan membangun sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi agar program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Dadang.





