News

Disnaker Kota Tasikmalaya Tingkatkan Kualitas Pencari Kerja Lewat Sertifikasi BNSP

226
×

Disnaker Kota Tasikmalaya Tingkatkan Kualitas Pencari Kerja Lewat Sertifikasi BNSP

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya mulai meningkatkan standar pelatihan kerja bagi pencari kerja dengan menggandeng PT San-San. Mulai tahun ini, peserta pelatihan tidak lagi hanya memperoleh sertifikat dari Disnaker, tetapi juga sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diakui secara nasional.

Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya Deni Diyana mengatakan peningkatan standar tersebut dilakukan karena semakin banyak perusahaan mensyaratkan sertifikasi kompetensi dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Selama ini sertifikat hanya dari Disnaker. Mulai tahun ini kami naikkan ke BNSP agar lulusan bisa melamar di seluruh perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan besar seperti PT San-San,” kata Deni pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pada tahap awal, Disnaker menyeleksi 18 peserta dari 60 pendaftar. Seleksi dilakukan bersama tim Human Resources Development (HRD) PT San-San melalui wawancara untuk menilai motivasi dan kesiapan calon peserta mengikuti pelatihan.

Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pembekalan keterampilan, sertifikasi BNSP, serta uang saku. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan langsung ditempatkan bekerja di PT San-San Tasikmalaya.

Menurut Deni, skema tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.

Selain pelatihan bersertifikat BNSP, Disnaker juga membuka program pelatihan melalui kemitraan dengan PT San-San tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Pendaftar yang belum lolos kuota pelatihan BNSP tetap berpeluang mengikuti program tersebut.

Pada tahap pertama, perusahaan membutuhkan sekitar 200 tenaga kerja. Program itu dirancang berkelanjutan dengan persyaratan yang relatif terbuka. Tidak ada batas minimal tingkat pendidikan, sehingga lulusan sekolah dasar pun dapat mendaftar sepanjang memiliki kemauan untuk bekerja.

Salah seorang peserta, Siti Fatimah, warga Kecamatan Indihiang, mengetahui informasi pelatihan melalui akun Instagram resmi Disnaker. Ia mengikuti pelatihan menjahit meski belum memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Ia berharap pelatihan itu menjadi pintu masuk untuk memperoleh pekerjaan di PT San-San setelah menyelesaikan seluruh proses pelatihan dan sertifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *