News

BPOM Tasikmalaya dan Pemkot Banjar Perkuat Sinergi Wujudkan Keamanan Pangan

687
×

BPOM Tasikmalaya dan Pemkot Banjar Perkuat Sinergi Wujudkan Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini

KOTA BANJAR (CM) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Banjar memperkuat sinergi dalam mewujudkan keamanan pangan melalui Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA).

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah lanjutan dalam meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap pangan yang aman.

Workshop yang digelar di Aula Gedung Sekretariat Daerah Kota Banjar itu dihadiri Wakil Wali Kota Banjar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang keamanan pangan.

Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd, menegaskan bahwa penyediaan pangan yang aman tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus terus memperkuat kolaborasi agar keamanan pangan benar-benar terjamin,” ujar Supriana pada Senin, 27 Juli 2026.

Ia juga mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi.
Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Banjar bersama BPOM Tasikmalaya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha BPOM Tasikmalaya Eisent Hower Farlingan, S.E yang mewakili Kepala BPOM Tasikmalaya mengatakan workshop tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pelaksanaan Program GERMAS SAPA.

“Monitoring dan evaluasi ini penting agar pelaksanaan program dapat terus diperbaiki. Keamanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan,” kata Eisent.

Ia mengingatkan, pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

“Risikonya bukan hanya meningkatkan kejadian keracunan pangan, tetapi juga memengaruhi produktivitas masyarakat, menambah beban pembiayaan kesehatan, hingga menurunkan daya saing produk pangan. Karena itu, pengawasan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, tiga kader keamanan pangan dari lokasi pelaksanaan program di Kota Banjar turut memaparkan hasil pelaksanaan GERMAS SAPA sepanjang 2026.

Mereka juga menyampaikan rencana aksi tahun depan yang mencakup edukasi kepada masyarakat, pembinaan pelaku usaha pangan, serta penguatan peran masyarakat dalam mendukung terwujudnya pangan yang aman.

Rangkaian evaluasi itu diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang lebih terarah dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di Kota Banjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *