News

Bersemangat Malam Isra Mi’raj, Tradisi Nadoman dan Hadroh Warnai Desa Panulisan

285
×

Bersemangat Malam Isra Mi’raj, Tradisi Nadoman dan Hadroh Warnai Desa Panulisan

Sebarkan artikel ini
Anak Anak Penuh Semangat Untuk Tampil Dalam Kegiatan Peringatan Isra Mi'raj Dengan Menampilkan Nadoman Maupun Hadroh Yang Di Gelar Di Madrasah Baetul Hikmah Dusun Manggasari (BG,CakrawalaMedia)

CILACAP (CM) – Peringatan Isra Mi’raj terus bergema di setiap desa, dusun, maupun di setiap lingkungan RW masjid dan madrasah, tak terkecuali di wilayah Dusun Manggasari, Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menggelar kegiatan Nadoman dan Hadroh untuk memeriahkan peringatan Isra Mi’raj pada Minggu, 04/02 – 2024.

Kegiatan ini diadakan di halaman Madrasah Baetul Hikmah dengan melibatkan 20 grup untuk Nadoman dan 10 grup untuk Hadroh, dengan peserta dari anak-anak, remaja, dan dewasa.

Ahmadi, Ketua Panitia, menyampaikan rasa syukur pada malam itu sebagai kegiatan menjelang peringatan Isra Mi’raj di wilayah Dusun Manggasari, Desa Panulisan. Kegiatan ini diisi dengan gelaran Nadoman dan Hadroh sebagai pra acara sebelum pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj.

“Kegiatan semacam ini sudah menjadi tradisi warga sejak dulu, terutama anak-anak dan remaja selalu antusias mengikutinya. Alhamdulillah, di wilayah kami, semangat ini masih terjaga dengan baik,” ungkap Ahmad.

Sebagai panitia, kami bersyukur bahwa tradisi ini tetap berlanjut dengan antusiasme peserta yang tinggi. Kami berharap agar kegiatan ini terus dipertahankan dan lestari, sehingga anak-anak memiliki kecintaan yang tinggi untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Andri, Kepala Dusun Manggasari, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kyai, tokoh agama, dan ulama di Manggasari. Mereka selalu semangat dalam menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari kegiatan mingguan hingga bulanan. Selain itu, mereka juga berhasil membina anak-anak hingga dewasa dalam pembelajaran membaca Alquran dan mendalami ajaran Islam.

“Andai waktu dulu kegiatan Nadoman seperti ini sempat terhenti, namun dengan adanya tokoh-tokoh muda di bidang keagamaan, kembali menggeliat dan semua semangat serta antusiasme untuk mendukung serta menampilkan Nadoman yang ditambah dengan Hadroh,” ungkap Andri.

Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, terutama tokoh agama, kyai, dan ustad muda yang berpotensi, yang dengan semangat memberikan pendidikan agama kepada anak-anak dan warga masyarakat, pungkasnya.(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *