News

Andalkan Atlet Lokal, Kabupaten Tasikmalaya Bidik 10 Besar Porprov Jabar 2026

213
×

Andalkan Atlet Lokal, Kabupaten Tasikmalaya Bidik 10 Besar Porprov Jabar 2026

Sebarkan artikel ini
Kontingen Kabupaten Tasikmalaya yang akan berlaga di Porprov Jawa Barat tahun 2026 resmi dilepas Bupati Cecep Nurul Yakin.

KAB. TASIK (CM) – Kabupaten Tasikmalaya menargetkan masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Untuk mencapai sasaran tersebut, kontingen daerah ini membidik 26 medali emas dengan mengandalkan atlet hasil pembinaan lokal.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya Erry Purwanto mengatakan, seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan putra daerah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet di Kabupaten Tasikmalaya.

“Semua atlet yang berangkat adalah putra daerah,” kata Erry saat pelepasan kontingen di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Erry, keputusan tidak merekrut atlet dari luar daerah didasarkan pada evaluasi penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Penggunaan atlet dari luar dinilai kurang memberikan dampak berkelanjutan terhadap pembinaan olahraga daerah.

“Ketika atlet impor sudah dipesan atau dibeli, malah kabur. Itu tidak bermanfaat bagi pengkaderan. Menggunakan atlet lokal menjadi kebanggaan tersendiri saat meraih medali,” ujarnya.

Kontingen Kabupaten Tasikmalaya yang dilepas berjumlah 532 orang. Mereka terdiri atas 274 atlet yang akan bertanding pada 39 cabang olahraga, 187 pelatih, manajer, dan ofisial, serta 40 anggota tim kontingen.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi berharap capaian pada Porprov kali ini lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kabupaten Tasikmalaya pernah menduduki peringkat kesembilan pada Porprov 2018, tetapi terlempar dari 17 besar pada 2022.

“Saya titip dan berharap kepada kawan-kawan, terutama KONI dan seluruh kontingen, minimal kita masuk 10 besar,” kata Asep.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan pemerintah daerah akan mendukung perjuangan atlet. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian bonus Rp 100 juta bagi atlet yang berhasil meraih medali emas.

“Bonus ke atlet peraih medali emas, Pemkab menyiapkan Rp 100 juta. Saya tidak membicarakan peringkat bawah dulu, emas dulu biar jadi motivasi atlet,” ujar Cecep.

Cecep juga mengingatkan para atlet agar menjaga kondisi fisik dan waktu istirahat selama pertandingan. Ia menyerahkan penetapan target perolehan medali kepada KONI agar perencanaan prestasi disusun secara terukur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Aam Rahmat Slamet mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mendukung kontingen. Untuk mengoptimalkan pembinaan, Disparpora menggagas program Bapak Asuh yang melibatkan organisasi perangkat daerah dalam mendampingi setiap cabang olahraga.

Melalui skema tersebut, dukungan terhadap atlet tidak hanya bertumpu pada Disparpora, tetapi juga melibatkan dinas-dinas lain.

“Kami melibatkan teman-teman dari dinas lain sebagai Bapak Asuh agar bisa mendorong dan membantu membina para atlet. Semua dinas ikut serta mendampingi di masing-masing cabor untuk mengoptimalkan perolehan medali,” kata Aam.

Dengan mengandalkan atlet lokal dan dukungan lintas dinas, Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat memperbaiki prestasi sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga untuk jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *