KOTA TASIK (CM) – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat program Tasik Religius melalui peluncuran One Kelurahan One Hafidz (OHAN Hafidz) Angkatan ke-2 Tahun Ajaran 2026–2027. Program ini tidak hanya mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia yang berakhlak, mandiri, dan berdaya saing.
Dukungan tersebut ditunjukkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat meluncurkan OHAN Hafidz dalam rangkaian Malam Tasyakur Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya di Stadion Wiradadaha, Kamis malam, 22 Oktober 2026. Kegiatan itu sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Setelah angkatan pertama meluluskan 44 santri, OHAN Hafidz angkatan kedua diikuti 46 santri yang telah melalui proses seleksi. Peluncuran program ditandai dengan penabuhan rebana oleh wali kota bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pemasangan pin kepada peserta.
Viman mengatakan, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam mewujudkan Tasik Religius. Menurut dia, pembangunan daerah perlu ditopang oleh generasi muda yang memiliki landasan keagamaan kuat sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
“Dari rangkaian acara mulai dari apel besar hingga kirab, terpancar semangat dan harapan para santri dari 273 ponpes di Kota Tasikmalaya. Semangat tersebut membuat saya yakin bahwa SDM yang harus diutamakan, diberdayakan dan didorong adalah para santri,” ujar Viman seusai acara.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas santri melalui kolaborasi dengan ajengan, kiai, dan pesantren. Sinergi tersebut dinilai penting agar potensi santri dapat berkontribusi terhadap kemajuan Kota Tasikmalaya.
Viman juga mengingatkan bahwa santri harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memperluas wawasan. Pesan itu sejalan dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Dukungan Pemkot tidak berhenti pada penguatan hafalan Al-Qur’an. Pemerintah juga ingin mengembangkan jiwa kewirausahaan santri atau santripreneur melalui OHAN Hafidz. Sejumlah pesantren di Kota Tasikmalaya telah menerapkan kemandirian ekonomi, dan praktik tersebut diharapkan dapat ditularkan ke pesantren lain.
“Mari kita dorong untuk ditularkan ke pesantren lainnya dan dalam program OHAN Hafidz ini kita masukkan juga polanya. Saya berharap nanti para santripreneur ini menjadi pengusaha yang jujur karena bekal imannya kuat, sehingga bisa memberikan dampak kemajuan untuk Kota Tasikmalaya dan kota santri yang kita cintai ini dan mewujudkan Tasik Religius,” kata Viman.
Menurut dia, penguatan nilai keagamaan dan kemandirian ekonomi perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga bekal untuk berkiprah di masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Di usia ke-25, Kota Tasikmalaya mengusung tema “Langkah Santun, Jiwa yang Tangguh”. Viman menjelaskan, tema tersebut mencerminkan harapan agar pemerintah hadir memberikan pelayanan terbaik sekaligus memiliki ketangguhan menghadapi ketidakpastian global dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut OHAN Hafidz sebagai salah satu pintu masuk untuk mewujudkan visi Kota Tasikmalaya sebagai “Mutiara Priangan Timur”. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat harmonisasi antara ulama dan umaro, serta antara pesantren dan pemerintah.
“Berawal dari OHAN Hafidz dan kita raih semua cita-cita. Kita punya mimpi untuk menjadikan Kota Tasikmalaya ini sebagai Mutiara Priangan Timur. Maka kami mengajak semua untuk bersama-sama membangun harmonisasi ulama dan umaro, pesantren dan pemerintah bisa maju bersama,” ujarnya.
Viman pun mengajak masyarakat menjaga Kota Tasikmalaya dan mendoakan pemerintah agar mampu menjalankan amanah dalam mewujudkan kesejahteraan serta keadilan bagi seluruh warga.





