News

25 Tahun Kota Tasikmalaya, Tasik Gemas Jadi Andalan Tekan Stunting Lewat Kolaborasi MBG

37
×

25 Tahun Kota Tasikmalaya, Tasik Gemas Jadi Andalan Tekan Stunting Lewat Kolaborasi MBG

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Indihiang.

KOTA TASIK (CM) – Di tengah peringatan seperempat abad usianya, Kota Tasikmalaya menaruh perhatian besar pada satu isu mendasar, yakni kesehatan ibu dan anak.

Melalui program unggulan Tasik Gemas atau Gerakan Masyarakat Sehat, Pemerintah Kota Tasikmalaya menempatkan pengurangan prevalensi stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam RPJMD 2025-2029.

Program ini menjadi salah satu dari tujuh program prioritas yang telah disahkan dalam RPJMD, bersama Tasik Pintar, Tasik Religius, Tasik PELAK, Tasik Melayani, Tasik Nyaman, dan Tasik Resik.

Capaian program tersebut menjadi sorotan saat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan refleksi pembangunan pada momen Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya yang jatuh pada 17 Oktober 2026. Peringatan yang mengusung tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh” itu digelar melalui upacara di Lapangan Bale Kota pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Saat ditanya capaian program kesehatan, Viman menegaskan bahwa integrasi antara program pusat dan daerah berjalan efektif.

“MBG di Kota Tasikmalaya berjalan dengan lancar, program pusat dikolaborasikan dengan program daerah jadi kita bekerja sama dengan dapur untuk memastikan gizi yang didapat oleh anak-anak dan juga ibu hamil terpenuhi dengan baik untuk menekan stunting sehingga tercipta zero stunting di Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.

Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah konkret yang telah dilakukan Pemkot. Pada 1 September 2026, Pemkot resmi melakukan soft launching kolaborasi Tasik Gemas dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Ini merupakan bagian dari program TASIK GEMAS yang fokus pada intervensi stunting. Targetnya jangan sampai muncul stunting baru atau zero new stunting,” kata Viman saat meninjau Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Indihiang.

Berdasarkan data Pemkot, terdapat lebih dari 200 ibu hamil kategori KEK yang menjadi sasaran intervensi. “Dari sekitar 200 lebih ibu hamil KEK yang ada, kami berupaya mengintervensi semuanya. Ini bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar program MBG dan TASIK GEMAS berjalan seiring,” lanjutnya.

Dalam forum konsultasi publik Ranwal RKPD 2027 pada Januari 2026, Viman memaparkan bahwa pada Tasik Gemas pemerintah telah memperkuat layanan melalui renovasi Puskesmas Cigeureung dan Panglayungan, meluncurkan inovasi Gerakan Peduli Stunting (GPS), menyalurkan PMT untuk 6.314 balita, memberikan tablet tambah darah bagi 46.732 ibu hamil dan remaja putri, serta Kartu Anak Sehat bagi 28.914 orang.

Sebagai dukungan program pusat, program Cek Kesehatan Gratis telah diikuti 284.124 masyarakat Kota Tasikmalaya.

Dampak program tidak hanya pada kesehatan. Viman menyebut sekitar 70 persen bahan baku dapur MBG berasal dari produk lokal dan menyerap 47 tenaga kerja warga setempat. Dapur MBG Indihiang yang menjadi percontohan pertama dinilai telah memenuhi standar pengolahan hingga pengemasan.

Untuk memastikan efektivitas, Pemkot akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk memantau kondisi penerima manfaat dan memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi.

Dengan capaian makro yang terjaga — IPM 76,59 poin di atas provinsi, pertumbuhan ekonomi 5,22 persen, dan tingkat kemiskinan turun ke 10,84 persen pada Maret 2025 — Tasik Gemas diharapkan menjadi fondasi mewujudkan visi Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *