News

LSM PADI Perkuat Kader Kepemimpinan untuk Hadir Lebih Dekat di Masyarakat

41
×

LSM PADI Perkuat Kader Kepemimpinan untuk Hadir Lebih Dekat di Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua LSM PADI Iwan Restiawan (kiri) menyampaikan materi kepemimpinan yang disimak serius para peserta di RM Alamanda, Kompleks Situ Panjalu.

CIAMIS (CM) – Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI) menggeser fokus penguatan organisasi dari sekadar struktur ke kualitas kader. Upaya itu dilakukan melalui Jambore dan Pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus dan anggota di RM Alamanda, Kompleks Situ Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi internal sekaligus pembekalan bagi anggota agar mampu menjalankan organisasi secara lebih solid, disiplin, dan bertanggung jawab.

Suasana alam Situ Panjalu dimanfaatkan untuk membangun interaksi antarpengurus dan anggota. Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas kebersamaan, tetapi juga mendapat materi dan pelatihan yang menekankan komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, serta kemampuan mengambil keputusan.

Ketua LSM PADI Iwan Restiawan mengatakan penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang berkelanjutan.

“Jambore ini bukan sekadar kegiatan berkumpul atau rekreasi. Kami ingin pengurus dan anggota mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan, kekompakan, tanggung jawab, serta bagaimana membangun organisasi yang lebih solid,” ujar Iwan.

Menurut dia, kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan struktural. Setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

“Seorang pemimpin bukan hanya soal posisi atau jabatan. Kepemimpinan itu tentang keteladanan, tanggung jawab dan kemampuan mengajak orang lain bergerak bersama,” katanya.

Iwan mengatakan penguatan internal diperlukan agar LSM PADI mampu meningkatkan kontribusinya dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Organisasi, kata dia, harus memiliki anggota yang tidak hanya memahami tugas, tetapi juga mampu mengambil peran ketika berada di tengah masyarakat.

“PADI harus terus hadir dan memberikan manfaat. Untuk bisa melakukan itu, internal organisasi harus kuat terlebih dahulu. Karena itu kami mulai dari membangun kekompakan, meningkatkan kapasitas dan memperkuat rasa tanggung jawab seluruh anggota,” tutur Iwan.

Jambore juga menjadi momentum evaluasi bagi pengurus dan anggota. Interaksi di luar rutinitas organisasi diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih cair sekaligus memunculkan gagasan baru.

“Kami ingin seluruh pengurus dan anggota semakin dekat, tidak ada sekat dan bisa saling menguatkan. Dari kebersamaan inilah kami berharap lahir gagasan-gagasan baru untuk kegiatan PADI ke depan,” ucapnya.

Iwan menegaskan pelatihan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekompakan yang diperoleh selama jambore harus dibawa ke dalam aktivitas organisasi.

“Harapan kami, setelah kembali dari kegiatan ini, semuanya membawa semangat baru. Lebih solid, lebih disiplin dan semakin siap menjalankan program-program PADI untuk kepentingan masyarakat,” kata Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *