KOTA TASIK (CM) – Keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga Kecamatan Tawang, Cihideung, dan Bungursari saat reses Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler.
Keluhan itu terutama menyangkut minimnya armada ambulans dan mahalnya biaya transportasi pasien menuju fasilitas kesehatan. Persoalan tersebut mendorong Kepler mengambil langkah praktis dengan menyediakan layanan ambulans gratis bagi warga di tiga kecamatan tersebut.
Kepler mengatakan layanan itu lahir dari aspirasi yang berulang kali disampaikan masyarakat selama masa Reses Masa Persidangan III Tahun 2026.
“Langkah ini kami ambil karena masih banyak warga kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar. Di saat ekonomi rumah tangga sedang berat, biaya ambulans swasta sering menjadi beban tambahan,” ujar Kepler seusai kegiatan reses di Aula Kecamatan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ambulans tersebut dapat digunakan warga Tawang, Cihideung, dan Bungursari tanpa biaya sewa. Kepler juga menanggung kebutuhan bahan bakar dan pengemudi secara mandiri.
Layanan mencakup antar-jemput pasien dari rumah menuju puskesmas atau rumah sakit, termasuk kebutuhan rujukan darurat. Tim disiapkan untuk memberikan layanan selama 24 jam.
Menurut Kepler, kehadiran ambulans gratis itu bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah. Layanan tersebut menjadi solusi sementara sembari mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat sistem layanan kesehatan dasar.
“Kami ingin memastikan warga tidak terlambat mendapat pertolongan hanya karena terkendala biaya dan akses. Kalau ada yang sakit dan butuh dirujuk, tinggal hubungi, tim kami siap,” katanya.
Ia menilai persoalan keterbatasan ambulans pemerintah perlu menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan dan anggaran daerah. Aspirasi tersebut akan dibawanya ke DPRD sebagai bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya.
“Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di tengah kesulitan ekonomi. Salah satu keluhan yang paling sering masuk ke kami adalah soal pelayanan kesehatan, terutama ambulans yang belum maksimal,” ujar Kepler.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari warga. Faisal, salah seorang warga, mengatakan layanan ambulans gratis sangat membantu, terutama bagi keluarga yang memiliki lansia maupun pasien dengan penyakit kronis.
“Dengan adanya ambulans gratis ini, kami jadi tidak bingung lagi kalau ada keluarga yang harus dirujuk tengah malam. Sangat membantu sekali,” kata Faisal.
Selain layanan kesehatan, reses Kepler juga menyerap aspirasi warga mengenai infrastruktur, bantuan sosial, dan pemberdayaan UMKM. Berbagai persoalan itu akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program dan anggaran daerah.
Kepler mengatakan penguatan layanan kesehatan tidak cukup dilakukan melalui program jangka pendek. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu membangun jejaring layanan kesehatan dasar yang lebih kuat dan mudah diakses masyarakat.
“Ini kerja jangka panjang. Kami akan terus lakukan agar anggaran kesehatan dan fasilitas penunjangnya bisa lebih diprioritaskan,” ujarnya.
Menutup kegiatan reses, Kepler mengajak masyarakat mengawal keberlanjutan program yang menyentuh kebutuhan warga.
“Mari kita kawal dan dukung bersama agar saya, Kepler, bisa kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode berikutnya. Dengan begitu, program-program yang sudah kita rencanakan dan jalankan untuk membantu masyarakat bisa terus direalisasikan dan dirasakan manfaatnya lebih luas,” katanya.





