News

Hadapi Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Siapkan 30 Lokomotif dan 275 Kereta

48
×

Hadapi Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Siapkan 30 Lokomotif dan 275 Kereta

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyiapkan ratusan armada kereta untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026. Secara total, sebanyak 30 lokomotif dan 275 kereta disiagakan untuk melayani perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan seluruh kesiapan operasional telah dipersiapkan sejak jauh hari. Persiapan tersebut mencakup kesiapan sarana, prasarana hingga sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.

“Untuk masa Angkutan Lebaran tahun ini kami telah mempersiapkan berbagai aspek operasional secara maksimal. Dari sisi sarana kami menyiapkan 30 lokomotif dan 275 kereta yang akan melayani penumpang selama periode Lebaran,” kata Kuswardojo.

Ia menjelaskan, wilayah kerja Daop 2 Bandung menjadi salah satu jalur strategis dalam jaringan transportasi kereta api di Pulau Jawa. Jalur ini menghubungkan sejumlah kota penting seperti Bandung, Tasikmalaya, Banjar, Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta yang setiap tahun ramai dilalui pemudik.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, kesiapan armada menjadi hal penting agar operasional kereta tetap berjalan lancar.

Untuk memastikan kondisi kereta tetap optimal, KAI melakukan perawatan secara rutin di Depo Kereta Api Bandung. Di fasilitas ini, setiap rangkaian kereta menjalani pemeriksaan berkala sesuai standar operasional.

Menurut Kuswardojo, perawatan kereta dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan, mulai dari pengecekan harian hingga perawatan berkala dalam periode tertentu.

“Pemeriksaan dilakukan secara bertahap mulai dari daily check, kemudian perawatan P1 yang dilakukan setiap satu bulan, P3 tiga bulanan, P6 enam bulanan hingga P12 atau satu tahunan. Semua dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Jika ditemukan kerusakan yang membutuhkan perbaikan lebih besar, rangkaian kereta akan ditangani di fasilitas perawatan tingkat lanjut seperti Balai Yasa Bandung.

Selain perawatan berkala, pemeriksaan teknis juga dilakukan setiap hari sebelum kereta dioperasikan. Proses ini dilakukan setelah kereta menyelesaikan perjalanan untuk memastikan seluruh komponen tetap dalam kondisi aman.

Beberapa bagian yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain sistem pengereman, pendingin udara (AC), sistem bahan bakar lokomotif, komponen kelistrikan, hingga kondisi bogie atau rangka bawah kereta.

“Pemeriksaan rutin ini menjadi bagian penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api,” tambah Kuswardojo.

Kereta api sendiri masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat saat mudik. Selain memiliki kapasitas angkut besar, perjalanan menggunakan kereta juga dinilai lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan lalu lintas.

Menjelang masa Angkutan Lebaran, KAI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Calon penumpang disarankan memesan tiket lebih awal melalui kanal resmi KAI serta datang ke stasiun lebih awal sebelum jadwal keberangkatan.

Dengan dukungan armada yang siap beroperasi serta perawatan sarana yang dilakukan secara rutin, KAI Daop 2 Bandung optimistis mampu memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *