News

Tak Cukup Patroli, Polres Tasikmalaya Libatkan Ulama Jaga Kamtibmas

719
×

Tak Cukup Patroli, Polres Tasikmalaya Libatkan Ulama Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Menjaga keamanan di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya mengandalkan patroli dan penegakan hukum. Kepolisian Resor Tasikmalaya juga menggandeng pesantren dan ulama untuk merawat ketertiban melalui pendekatan kultural dan keagamaan.

Langkah itu dilakukan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui safari silaturahmi ke sejumlah pesantren, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dua pesantren menjadi tujuan kunjungan, yakni Pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah di Kecamatan Sukarame dan Pondok Pesantren Cipasung di Kecamatan Singaparna.

Kunjungan pertama berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB di Pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame. Ade datang bersama Wakapolres Tasikmalaya Kompol Asep Muslihat Sutarwan, jajaran pejabat utama Polres Tasikmalaya, dan Kapolsek Sukarame Ipda Indra Firmansyah.

Rombongan diterima Pimpinan Pondok Pesantren Sukamanah KH Acep Thohir Fuad dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam.

Sekitar satu jam kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kompleks Pondok Pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna. Di sana, Ade bersama jajaran dan Kapolsek Singaparna AKP Irna Sutisna bertemu dengan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Ubaidillah Ruhiat.

Bagi Polres Tasikmalaya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan. Ia juga memiliki posisi penting dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan para ulama dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan gangguan keamanan.

Ade mengatakan ulama dan pimpinan pesantren memiliki pengaruh kuat dalam menjaga suasana tetap kondusif. Mereka dapat menjadi penyejuk sekaligus menyampaikan pesan mengenai ketertiban umum dan pencegahan gangguan keamanan kepada masyarakat.

“Peran aktif pimpinan pesantren dan para ulama kami nilai sangat krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah,” kata Ade.

Menurut dia, sinergi antara polisi dan tokoh agama perlu dibangun secara intensif. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya secara berkelanjutan.

Safari silaturahmi itu sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas tidak semata-mata berlangsung di jalan atau melalui tindakan kepolisian. Di Tasikmalaya, polisi mencoba membangun keamanan dari ruang-ruang tempat masyarakat memperoleh pendidikan, nilai, dan nasihat keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *