News

Kemarau Panjang, Polres dan BPBD Tasikmalaya Kirim Air Bersih ke Bojonggambir

177
×

Kemarau Panjang, Polres dan BPBD Tasikmalaya Kirim Air Bersih ke Bojonggambir

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Warga Kampung Cireret, Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus mengantre untuk mendapatkan air bersih. Sumur dan sumber air di permukiman mereka mengering setelah kemarau panjang melanda wilayah tersebut.

Pada Senin, 28 September 2026, warga berdatangan membawa jeriken dan ember. Mereka menunggu pasokan air yang didistribusikan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam Bojonggambir bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak dua tangki membawa 10.000 liter air bersih ke Kampung Cireret. Distribusi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Ratusan warga telah mengantre sejak siang untuk memperoleh air bagi kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Bojonggambir Ipda Yayat Very Hidayat mengatakan distribusi air dilakukan setelah pihaknya menerima laporan warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kekeringan.

“Kami dari Forkopimcam berkoordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk mendatangkan tangki air bersih. Penyaluran ini memfokuskan titik-titik pemukiman yang dampaknya paling parah, seperti di Kampung Cireret ini,” ujar Yayat, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Yayat, kondisi serupa berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain. Karena itu, Forkopimcam bersama BPBD terus memantau permukiman yang mengalami kekurangan air.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memetakan wilayah terdampak kekeringan.

“Jajaran Polres Tasikmalaya melalui Polsek setempat akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Pasokan air akan terus diupayakan agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama musim kemarau,” kata Ade.

Bagi warga, pasokan air tersebut menjadi penolong setelah sumber air di sekitar rumah mereka mengering selama beberapa pekan. Sebagian warga bahkan harus berjalan cukup jauh atau membeli air dengan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Iwan, 42 tahun, warga Desa Wandasari, mengatakan bantuan air membuat warga sedikit lega.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Forkopimcam dan BPBD yang sudah datang membawa pasokan air bersih. Bantuan ini betul-betul sangat membantu dan meringankan beban kami di tengah kemarau panjang ini,” tutur Iwan.

Pemerintah daerah mengimbau warga menghemat penggunaan air. Warga juga diminta melapor kepada pemerintah desa atau kepolisian jika membutuhkan distribusi air bersih lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *