News

RABN Tegaskan Sikap Tolak People Power, Tekankan Stabilitas Nasional

55
×

RABN Tegaskan Sikap Tolak People Power, Tekankan Stabilitas Nasional

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Munculnya kembali wacana “people power” di ruang publik memicu respons dari sejumlah elemen masyarakat, salah satunya Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN).

Ketua Umum RABN, Agus Winarno, menilai narasi tersebut perlu disikapi secara serius karena berpotensi menimbulkan gangguan terhadap stabilitas nasional.

Menurut Agus, dinamika politik pascapemilu seharusnya tetap berada dalam koridor konstitusi. Ia menegaskan bahwa hasil demokrasi yang telah ditetapkan secara sah harus dihormati oleh semua pihak.

“Proses demokrasi sudah selesai. Pilihan rakyat harus dihargai dan tidak boleh diganggu oleh narasi yang berpotensi memecah belah,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Sebagai langkah antisipasi, RABN menyatakan kesiapan jaringannya, khususnya di wilayah Pulau Jawa, untuk bergerak menjaga situasi tetap kondusif. Namun, Agus menekankan bahwa langkah tersebut dilakukan secara terukur dan tetap berlandaskan hukum.

Ia menegaskan, kehadiran relawan bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai upaya pencegahan agar konflik sosial tidak terjadi.

“Kami ingin memastikan situasi tetap aman. Peran relawan adalah menjaga keseimbangan, bukan memicu ketegangan,” kata Agus.

Baca juga: Ketum RABN Nilai Kritik ke Presiden Perlu Dijaga Etikanya

Dalam pandangannya, penggunaan istilah “people power” di luar mekanisme konstitusional dapat berpotensi mengarah pada delegitimasi hasil pemilu. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya kedewasaan politik dalam menerima hasil demokrasi.

Agus juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama yang berpotensi memancing emosi publik.

“Persatuan harus dijaga. Jangan sampai kita terprovokasi oleh narasi yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, relawan yang tergabung dalam RABN sejak awal berkomitmen untuk mengawal proses demokrasi tanpa kepentingan pribadi.

“Kami tidak berorientasi pada jabatan. Fokus kami adalah memastikan amanah rakyat tetap terjaga,” kata dia.

Dengan basis relawan yang tersebar di berbagai daerah, RABN menyatakan siap berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional. Agus menegaskan, seluruh langkah yang diambil akan tetap berada dalam jalur konstitusi dan tidak keluar dari aturan hukum.

Di tengah dinamika politik yang berkembang, ia menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

“Stabilitas dan persatuan adalah hal yang harus dijaga. Itu menjadi kunci agar negara tetap kuat dan berdaulat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *