News

Pengendara Tertib di Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Dapat Kupat Tahu Mangunreja

37
×

Pengendara Tertib di Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Dapat Kupat Tahu Mangunreja

Sebarkan artikel ini
Seorang pengendara motor mendapat kejutan hadiah Kupat tahu Mangunreja dari Satlantas Polres Tasikmalaya dalam Operasi Patuh Lodaya, Rabu (4/11/2026).

KAB. TASIK (CM) – Tertib berlalu lintas ternyata bisa mendatangkan hadiah tak terduga. Sejumlah pengendara yang melintas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya mendapat bingkisan Kupat Tahu Mangunreja saat petugas menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Rabu, 4 November 2026.

Pemberian makanan khas Tasikmalaya itu menjadi cara polisi mengapresiasi pengguna jalan yang mematuhi aturan. Petugas tidak hanya memberikan teguran dan menindak pelanggaran, tetapi juga menghadirkan pendekatan persuasif untuk menumbuhkan kesadaran berkendara.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, mengatakan petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran pada hari ke-10 operasi. Pelanggaran yang paling banyak dijumpai antara lain pengendara sepeda motor tanpa helm dan kendaraan dengan dokumen yang tidak lengkap.

Bahkan, beberapa pengendara berusaha menghindari pemeriksaan dengan berputar arah atau mencari tempat untuk bersembunyi. Petugas juga mendapati kendaraan roda empat yang kelebihan muatan berpura-pura berhenti untuk menghindari pemeriksaan.

“Masih ada pelanggaran kasatmata, seperti tidak menggunakan helm dan tidak membawa surat kendaraan secara lengkap. Padahal, kehadiran kami lebih mengutamakan edukasi dan imbauan agar masyarakat semakin sadar akan keselamatan berkendara,” kata Dian.

Sebaliknya, pengendara yang memenuhi ketentuan mendapat apresiasi langsung. Anak-anak yang dibonceng orang tuanya dengan menggunakan helm standar memperoleh susu kotak dan alat tulis sekolah. Adapun pengendara dewasa menerima bingkisan Kupat Tahu Mangunreja.

Menurut Dian, pemilihan kuliner lokal tersebut bukan tanpa alasan. Selain menjadi bentuk penghargaan kepada pengendara yang disiplin, pembagian kupat tahu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan makanan khas Tasikmalaya kepada masyarakat luar daerah.

Petugas bahkan memberikan bingkisan kepada pengendara dari luar kota yang kedapatan tertib dan memiliki kelengkapan kendaraan.

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda. Pengendara yang patuh mendapat hadiah makanan khas Tasikmalaya. Sekaligus memperkenalkan kuliner daerah kepada mereka yang berasal dari luar kota,” ujar Dian.

Pengalaman itu dirasakan Nadila, 22 tahun, warga Solo, Jawa Tengah, yang bekerja di kawasan Singaparna. Ia mengaku terkejut ketika petugas menghentikan kendaraannya sepulang bekerja. Namun, alih-alih menerima teguran atau sanksi, ia justru mendapat sekantong Kupat Tahu Mangunreja.

Nadila mengaku belum pernah mencicipi kuliner tersebut selama bekerja di Tasikmalaya. Hadiah itu menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus kesempatan mengenal makanan khas daerah tempatnya bekerja.

“Saya belum pernah merasakan Kupat Tahu Mangunreja selama bekerja di sini. Senang sekali bisa mendapat hadiah ini setelah tertib berlalu lintas,” kata Nadila.

Melalui pendekatan yang lebih humanis, Satlantas Polres Tasikmalaya berharap Operasi Patuh Lodaya tidak hanya meningkatkan kepatuhan pengendara selama operasi berlangsung. Kesadaran untuk mengutamakan keselamatan di jalan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *