News

Olahraga Paramotor Kian Diminati Anak Muda Kota Tasikmalaya, Keselamatan Jadi Prioritas

341
×

Olahraga Paramotor Kian Diminati Anak Muda Kota Tasikmalaya, Keselamatan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Olahraga paramotor terus menunjukkan perkembangan positif di Kota Tasikmalaya. Jumlah atlet maupun masyarakat yang tertarik menekuni cabang olahraga dirgantara tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi itu terlihat saat latihan rutin yang digelar di Lanud Wiriadinata, Minggu (21/6/2026). Sejak pagi, para atlet mempersiapkan berbagai perlengkapan penerbangan mulai dari mesin pendorong, parasut hingga peralatan keselamatan sebelum mengudara.

Ketua Pengurus Cabang Paramotor Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan bertambahnya minat masyarakat terhadap paramotor merupakan hasil dari upaya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk ke lingkungan sekolah.

Menurutnya, olahraga ini tidak hanya menawarkan sensasi terbang, tetapi juga memperkenalkan dunia kedirgantaraan kepada generasi muda.

“Paramotor merupakan olahraga yang memadukan keterampilan terbang, teknologi, disiplin, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan penerbangan. Saat ini atlet dan peminat paramotor semakin meningkat setelah kami melakukan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi ke sejumlah sekolah,” ujar Yogi didampingi Kabid Prestasi Dadang Hernawan di sela latihan atlet paramotor di Lanud Wiriadinata.

Yogi menjelaskan, selama ini banyak pelajar yang hanya mengenal dunia penerbangan dari pesawat sipil maupun militer. Melalui pengenalan olahraga dirgantara, mereka mendapatkan wawasan baru bahwa aktivitas penerbangan juga dapat menjadi cabang olahraga prestasi.

Hasilnya, tidak sedikit pelajar yang mulai mengikuti kegiatan pengenalan paramotor dan menunjukkan minat untuk mendalami olahraga tersebut lebih serius.

Berbeda dengan cabang olahraga pada umumnya, paramotor membutuhkan kemampuan yang cukup kompleks. Selain kondisi fisik yang prima, atlet juga dituntut memiliki kesiapan mental serta memahami berbagai aspek teknis penerbangan.

Seorang penerbang harus mampu membaca kondisi cuaca, memahami arah angin, mengoperasikan peralatan navigasi, hingga menguasai prosedur keselamatan dan teknik pendaratan darurat.

Karena itu, faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap sesi latihan maupun penerbangan. Sebelum lepas landas, seluruh perlengkapan wajib diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi alat dalam keadaan optimal.

Pemeriksaan meliputi mesin, baling-baling, bahan bakar, sistem pengaman hingga kondisi parasut. Para atlet juga diwajibkan melakukan ground handling atau latihan pengendalian parasut di darat sebelum terbang.

“Keselamatan adalah hal utama. Semua perlengkapan harus diperiksa secara detail sebelum terbang. Tidak boleh ada yang diabaikan,” kata salah seorang instruktur paramotor yang mendampingi latihan.

Budaya keselamatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Keberadaan Lanud Wiriadinata juga dinilai berperan besar dalam mendukung perkembangan olahraga dirgantara di wilayah Priangan Timur.

Dengan fasilitas yang tersedia serta lingkungan penerbangan yang terkontrol, pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara itu menjadi lokasi utama pelaksanaan latihan paramotor secara rutin.

Berbagai program pembinaan dilaksanakan di lokasi tersebut, mulai dari penguasaan teknik dasar, latihan navigasi udara, simulasi keadaan darurat hingga persiapan atlet menuju kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

Selain itu, keberadaan Lanud Wiriadinata memungkinkan terjalinnya kolaborasi antara komunitas olahraga dirgantara dengan institusi penerbangan militer. Sinergi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat standar keselamatan penerbangan.

Seiring meningkatnya jumlah anggota komunitas, Pengcab Paramotor Kota Tasikmalaya kini mulai memfokuskan program pada pembinaan atlet berprestasi.

Yogi mengungkapkan sejumlah atlet binaan telah mengikuti berbagai kompetisi olahraga dirgantara. Namun demikian, peningkatan jam terbang masih menjadi tantangan yang harus terus diupayakan.

Menurutnya, jam terbang merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kemampuan teknis dan ketepatan pengambilan keputusan saat berada di udara. Karena itu, latihan rutin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Operasi dan Latihan Lanud Wiriadinata, Mayor Sus Ruslan Ardiansyah Rambe, S.Sos., menilai perkembangan paramotor di Tasikmalaya menunjukkan tren yang menggembirakan.

Meski demikian, Ruslan menegaskan peningkatan jumlah atlet harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas latihan.

“Harus sering dilakukan pelatihan agar para atlet selalu mengasah kemampuan dan keterampilan olahraga dirgantara,” kata Ruslan.

Menurutnya, latihan yang dilakukan secara berkesinambungan berfungsi menjaga kemampuan teknis sekaligus memperkuat pemahaman atlet terhadap prosedur keselamatan penerbangan.

“Kedepannya latihan akan lebih intensif agar lebih profesional. Yang paling penting adalah tetap menjaga safety karena sekecil apa pun kesalahan dapat berakibat fatal,” ujarnya.

Selain berpotensi melahirkan atlet berprestasi, paramotor juga dinilai memiliki peluang mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Tasikmalaya memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari kawasan Gunung Galunggung, perbukitan di wilayah utara, area pertanian hingga panorama pantai selatan yang menawarkan pemandangan menarik dari udara.

Potensi tersebut membuka peluang pengembangan wisata dirgantara berbasis sport tourism. Di sejumlah daerah, aktivitas wisata paramotor telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tasikmalaya dinilai memiliki peluang yang sama apabila pengembangannya dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak. Selain menghadirkan pengalaman wisata berbeda, sektor ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ke depan, Pengcab Paramotor Kota Tasikmalaya berkomitmen memperkuat organisasi, memperluas jaringan komunitas, serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu target yang tengah diperjuangkan adalah bergabungnya paramotor ke dalam keanggotaan KONI Kota Tasikmalaya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pengembangan olahraga prestasi.

Dengan dukungan Lanud Wiriadinata, pertumbuhan komunitas yang konsisten serta meningkatnya minat masyarakat, paramotor diyakini memiliki masa depan yang cerah di Tasikmalaya.

Olahraga yang dahulu hanya dikenal kalangan tertentu itu kini mulai berkembang menjadi simbol keberanian, kedisiplinan, dan semangat menjelajah langit. Dari Tasikmalaya, harapan untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat paramotor di Jawa Barat pun semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *