News

Kopi Bunar Tembus Jepang, Wabup Tasikmalaya Siap Dukung Pengembangan ke Pasar Global

39
×

Kopi Bunar Tembus Jepang, Wabup Tasikmalaya Siap Dukung Pengembangan ke Pasar Global

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Produk kopi lokal asal Kampung Bunihurip, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, kini mulai menembus pasar internasional. Kopi Bunar, yang dikembangkan masyarakat setempat, berhasil dipasarkan hingga ke Jepang dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut keberhasilan tersebut lahir dari konsistensi dan kerja keras masyarakat dalam mengembangkan usaha kopi secara mandiri.

Menurutnya, hampir seluruh warga di Kampung Bunihurip ikut terlibat dalam proses budidaya hingga pengolahan kopi. Kondisi itu membuat Kopi Bunar tumbuh menjadi produk khas yang memiliki identitas kuat.

“Siapa sangka dari sebuah kampung kecil bisa lahir sejarah besar bagi dunia kopi nusantara. Warga Bunar telah membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan menjadi penghalang untuk menciptakan prestasi hingga dikenal dunia,” ujar Asep.

Ia menilai keberhasilan Kopi Bunar menjadi bukti bahwa produk desa mampu bersaing di pasar global apabila dikelola secara serius dan menjaga kualitas produksi.

Saat ini, selain mulai diekspor ke Jepang, permintaan Kopi Bunar dari berbagai daerah di Indonesia juga terus meningkat. Pengelola kopi bahkan disebut tengah membuka peluang pemasaran ke negara lain untuk memperluas pasar ekspor.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Kopi Bunar melalui berbagai program strategis. Salah satunya mendorong sertifikasi produk agar kualitas dan legalitas kopi semakin diakui di tingkat internasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memperkuat sarana penunjang produksi kopi. Dukungan tersebut meliputi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan akses jalan menuju kawasan sentra kopi, hingga bantuan alat pengolahan bagi petani dan pelaku usaha.

“Pemerintah akan terus hadir mendukung kejayaan Kopi Bunar agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar dunia,” katanya.

Menurut Asep, perkembangan Kopi Bunar juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran industri kopi lokal dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan nilai jual kopi mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding beberapa tahun lalu seiring membaiknya kualitas pengolahan dan pemasaran produk.

“Dulu harga kopi hanya di bawah Rp2.000 per kilogram, sekarang sudah di atas Rp10 ribu. Itu menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan pemasaran yang semakin baik,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana mengembangkan kawasan Kopi Bunar sebagai destinasi agrowisata berbasis perkebunan kopi. Program tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

Menariknya, pihak Jepang disebut mulai tertarik mempelajari sistem budidaya hingga proses pengolahan Kopi Bunar yang dinilai memiliki karakter dan cita rasa khas sebagai kopi unggulan asal Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *