NewsTasikmalaya

Kemeriahan Tadarus Braille, Inspirasi dan Semangat Para Tuna Netra di Kota Tasikmalaya

155
×

Kemeriahan Tadarus Braille, Inspirasi dan Semangat Para Tuna Netra di Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Menjelang buka puasa di bulan suci Ramadhan, para tuna netra yang tergabung dalam Majelis Taklim Tuna Netra Al Hikmah Cintarasa Kecamatan Tawang, menggelar baca Al-Quran Braille (Tadarus) di rumah makan cepat saji McD Jln. Ir Juanda Kota Tasikmalaya, pada Minggu, 17 Maret 2023.

Suasana begitu penuh semangat ketika para tuna netra berkumpul untuk memulai sesi tadarusan. Dalam ruangan yang dingin, Al-Qur’an Braille diletakkan di depan mereka, menunggu untuk dijelajahi dengan ujung jari yang sensitif.

Para guru pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tergabung dalam Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (PAPEDITAS), Komunitas Pagar Tasik, Kejar Mimpi, dan pegiat Sosial dan Lingkungan Republik Aer Tasikmalaya menginisiasi gelaran tadarus Braille, yang diikuti dengan semangat oleh para penyandang tuna netra dari berbagai daerah di Kota Tasikmalaya dan Ciamis.

Dalam atmosfer yang penuh semangat, para peserta berhasil menyelesaikan Juz 30 Al-Qur’an dalam format Braille. Mereka tampak menikmati dan lancar dalam melantunkan setiap ayat yang tertera dalam Juz tersebut.

Ketua Yayasan Tuna Netra Al-Hikmah Kota Tasikmalaya, Mamat Rahmat, menyatakan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi mereka untuk menyebarkan syiar agama Islam dan memotivasi sesama penyandang tuna netra.

“Kegiatan Tadarus di bulan suci Ramadan merupakan bagian dari agenda rutin kami setiap tahunnya. Hari ini, gelarannya diselenggarakan atas inisiatif para relawan disabilitas di restoran McDonald’s, memberikan suasana yang berbeda,” ungkap Mamat Rahmat saat ditemui usai kegiatan.

Menurut Mamat Rahmat, pendekatan Al-Qur’an yang dipelajari dengan seksama memungkinkan para penyandang tuna netra untuk menerima keterbatasan mereka sebagai anugerah.

“Karena boleh jadi kalau kita bisa melihat, para penyandang tuna netra akan banyak melihat kemaksiatan yang nanti akan dihisab di akhirat,” tegas dia.

Ia berharap melalui kegiatan semacam ini, para penyandang tuna netra tidak hanya akan memperkuat hubungan spiritual mereka dengan agama, tetapi juga akan memberikan inspirasi kepada banyak orang tentang semangat dan keteguhan dalam menghadapi cobaan hidup.
Melalui pendekatan yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan semangat yang tak kenal lelah, para penyandang tuna netra membuktikan bahwa kekuatan spiritualitas dan keteguhan hati dapat mengatasi segala rintangan.

“Semoga kegiatan ini terus menginspirasi dan membawa manfaat bagi semua yang terlibat, serta memberikan pengingat akan nilai-nilai yang sesungguhnya penting dalam mengarungi perjalanan hidup,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *