INSPIRASI

Dari Buku Diary Hingga Buku Biografi

350
×

Dari Buku Diary Hingga Buku Biografi

Sebarkan artikel ini
Dari Buku Diary Hingga Buku Biografi

BANDUNG, (CAMEON) – Berawal dari hobi menulis sebuah diary, wanita asal Kota Bandung ini mencoba terus menekuni dibidang yang selama ini menjadi kecintaannya sejak kecil.

Ia adalah Indari Mastuti, perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pasundan (Unpas) ini kiprahnya sudah tak diragukan lagi sebagai penulis buku Biografi. Mulai dari Biografi tokoh-tokoh terkenal sampai dengan para pemangku kebijakan di dunia pendidikan.

“Saya hobi nulis itu sejak kelas empat SD. Dulu saya menulis di diary bahwa saya ingin jadi penulis. Memasuki SMA pada 1996, saya mulai menembus ke media-media cetak, membuat arikel-artikel,” ujar Indari Mastuti saat ditemui CAMEON, di Jalan PLN Dalam 2 No 1/203D, Mohamad Toha Kota Bandung.

Memasuki 2004, ia mulai menulis buku pertamanya dan memasuki 2007 dirinya memutuskan untuk berbisnis mengenai tulisan, pada saat itu, ia menjadi jasa penulis. Dari jasa penulisan inilah karir perempuan kelahiran 1980 ini terus melejit.

Selang dua tahun, memasuki 2009 lalu dirinya memutuskan untuk menjadi penulis buku Biografi dan buku pertama yang ia tulis ialah, buku Biografi Brownis Amanda. Meski ia mengokohkan diri untuk menjadi penulis buku Biografi, namun profesi sebelumnya yang menjadi jasa penulisan ini tidak ia tinggalkan.

“Jasa penulisan itu kita memberikan naskah-naskah atau kita sebagai vendor penerbit. Kalau butuh naskah tinggal kontak kami. Menurut saya penulis buku Biografi ini di Indonesia masih sangat kurang,” katanya.

Selama menyandang status sebagai penulis buku Biografi, wanita yang sudah dikaruniai dua anak ini sudah membuat kurang lebih sekitar 10 buku Biografi. Mulai dari Guru Besar, Pengusaha, hingga CEO. Beberapa buku yang sudah ia tulis ialah, Buku Biografi Brownies Amanda, Seindah Sakura di Langit Nusantara, Dedikasi Emas Tanpa Batas, dan yang terakhir karyanya yang baru saja terbit di 2015 ini ialah, Suara Hati Teh Ninih.

“Terakhir 2015 ini saya bikin buku Teh Ninih, tapi ini bukan buku Biografi, ini hanya kumpulan quote beliau. Saya bukan hanya menulis buku saja, tapi mendampingi orang yang ingin menulis buku Biografi, tapi dia ingin menulis sendiri. Jadi kita ada pelatihan private writing coaching, jadi kita meng-coaching pengusaha, pejabat pemerintahan atau orang-orang yang sibuk tapi dia ingin bisa nulis,” papar Indari.

Dia menyatakan, profesi yang selama ini ia geluti memiliki dua lini besar, yakni writing dan training. Untuk writing-nya sendiri, fokus kepada memberi naskah, jasa penulisan, menulis company profile, artikel-artikel dan Biografi. Sementara untuk training adalah,  memberikan sebuah training kepada mereka yang ingin belajar menjadi seorang penulis Biografi, salah satunya adalah Sekolah Perempuan yang ia rintis.

Dia menambahkan, proses untuk menjadi seorang penulis itu adalah harus dilakukan secara terus menerus. Menurut dia, seseorang tidak akan pernah bisa menulis jika mereka hanya bermimpi belaka. Untuk menjadi handal, butuh proses yang harus dilewati, yakni dengan latihan menulis.

“Padahal hal yang harus dilakukan oleh calon penulis untuk mewujudkan jadi penulis, ya dia harus menulis setiap hari,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (Kky)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *