News

Bahas Tanggul Citanduy, Pemda Pangandaran Lakukan Pertemuan dengan BBWS

110
×

Bahas Tanggul Citanduy, Pemda Pangandaran Lakukan Pertemuan dengan BBWS

Sebarkan artikel ini
Bahas Tanggul Citanduy, Pemda Pangandaran Lakukan Pertemuan dengan BBWS

PANGANDARAN, (CAMEON) – Tanggul Citanduy yang mengalami erosi sangat mengancam pemukiman warga di Kecamatan Padaherang, khususnya bagi warga Dusun Sukajadi Desa Sukanagara, Kabupaten Pangandaran.

Hal tersebut membuat para Muspika Kecamatan Padaherang khawatir. Camat, Kapolsek, Danramil dan warga setempat terus bersiaga disekitar lokasi jebolnya tanggul.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (31/1/2017), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena menegaskan, debit air sungai Citanduy kini sudah mulai surut dan kembali normal.

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. “Upaya penanggulangan jebolnya tanggul sungai Citanduy pihak Pemda Pangandaran akan melakukan pertemuan dengan Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS), dilokasi tanggul jebol,” tegasnya.

Selain melakukan pembahasan upaya penanggulangan, kata Nana, dalam pertemuan tersebut juga kami meninjau secara langsung bagaimana penanganan yang akan diambil antisipasi bencana banjir.

“Saat ini kondisi air sudah mulai surut. Namun tetap yang kami khawatirkan adanya banjir susulan sehingga debit air meningkat dan sampai ke pemukiman warga,” ujarnya dengan nada cemas.

Dia menjelaskan, bahwa terjadinya tanggul jebol tersebut karena posisi tanggul yang tepat berada di tikungan sungai. Sehingga, air kiriman dari hulu sungai Citanduy langsung menghantam senter dari tanggul itu. “Ditambah tanggul tersebut tidak adanya tebing penyangga tanah dan ini pun menjadi penyebab mudahnya terjadi erosi,” duganya.

Saat disinggung terkait warga yang mengungsi, Nana menyebutkan, untuk sebagian warga yang rumahnya berdekatan dengan tanggul itu sudah ada yang mengungsi dan sebagian yang bersiaga dengan merapikan harta benda.

“Ada warga yang berjarak hanya 5 meter saja dari tanggul dan mengungsi pada keluarga yang dianggap aman. Sisanya mereka sudah bersiaga untuk mengungsi tapi masih bertahan,” pungkasnya. (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *