INSPIRASI

Anak Tentara itu Hanya Ingin Menjadi Polwan yang Islami

177
×

Anak Tentara itu Hanya Ingin Menjadi Polwan yang Islami

Sebarkan artikel ini
Anak Tentara itu Hanya Ingin Menjadi Polwan yang Islami

TASIKMALAYA, ( CAMEON) – Sosoknya yang ramah dan supel, tentu saja menjadi figur pribadi yang selalu menempel pada dirinya sejak kecil. Ia dibesarkan di lingkungan militer tidak lantas dirinya menjadi sosok yang keras, namun justru mendapatkan sebuah inspirasi untuk menjadi wanita yang lebih disiplin, ramah dan bisa berdedikasi kepada negara.

Ia adalah Brigadir Dua, Yuni Eka, Polisi Wanita yang sehari hari bertugas di Satuan Lalu Lintas Bagian TNKB ini satu dari sekian Polisi Wanita (Polwan) muda yang ada di Polres Tasikmalaya.

Polwan manis kelahiran Ciamis 14 April 1994 ini, memilih Polisi Wanita dalam hidupnya karena kerap melihat kedisiplinan dibalik keanggunan dari diri seorang wanita sangatlah penting.

“Sejak Kecil saya bercita-cita menjadi Polwan Alhamdulilah tercapai juga,” ujar Yuni.

Meski dibesarkan di lingkungan keluarga TNI-AD, putri pasangan suami istri, Yoyok dan Eni Sumarni, lebih memilih bercita cita menjadi Polwan karena sejak SMA sosialisasi untuk menjadi Polwan lebih banyak dibanding menjadi Kowad. Sang ayah yang berpangkat Sersan Mayor di Satuan Brigif 13 Galuh, juga tak pernah memaksa anaknya untuk masuk menjadi Kowad.

“Menjadi Abdi negara bisa menjadi siapa saja, Polwan, Kowad, Wara dan yang lainya,  yang penting sebuah cita cita bisa membuahkan pengabdian bagi Negara, dan itu terbuka semua bagi anak saya, “ jelas Serma Yoyok Wijiatmoko.

Di hari Ulang Tahunnya yang ke 68 ini, Polisi wanita tentunya dituntut lebih professional dalam menjalankan tugas tugas pokok Kepolisian, tegas dan berdedikasi namun juga tidak menghilangkan sifat feminisme dalam diri seorang wanita.

Untuk itulah, Mabes Polri akhirnya menelorkan Kebijakan bagi Polisi Wanita yang beragama islam untuk menggunakan hijab sebagai salah satu pakaian dinas bagi Polwan yang masih konsisten untuk menggunakan hijabnya.

“Berkerudung adalah kewajiban bagi muslimah dan Alhamdulillah kebijakan itu sudah diperbolehkan untuk anggota Polwan, meski sempat tertunda dan menjadi polemik bagi kami. Namun, saya akan tetap istiqomah untuk menggunakan hijab karena saya ingin menjadi Polwan yang lebih islami, selain menjadi aparat penegak hukum,“ ujar Bripda Yuni Eka.

Di tengah tengah krisis kepercayaan terhadap institusi Polri yang notabene banyak dicederai oleh para oknum oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga berdampak pada unpride personal terhadap aparat Kepolisian, meski jargon sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat adalah tujuan mulia Bhayangkara ini.

Kehadiran Polisi Wanita, diharapkan bisa memberi nuansa baru serta menumbuhkan kembali kepercayaan penuh masyarakat terhadap lembaga penegak hukum ini. cakrawalamedia.co.id ( dzm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *