News

Polres Tasikmalaya Bantu Keluarga Dua Nelayan yang Tewas Dihantam Gelombang Pantai Sindangkerta

51
×

Polres Tasikmalaya Bantu Keluarga Dua Nelayan yang Tewas Dihantam Gelombang Pantai Sindangkerta

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Polres Tasikmalaya menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga dua nelayan yang meninggal dalam kecelakaan laut di perairan Pantai Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi di Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap keluarga korban yang masih berduka setelah perahu nelayan Pahala Kencana terbalik akibat dihantam gelombang tinggi pada akhir September lalu.

Dua nelayan yang meninggal dalam insiden itu adalah Ending, 56 tahun, dan Welly, 38 tahun. Sementara seorang nelayan lainnya, Budi Andriana, 30 tahun, berhasil menyelamatkan diri setelah berenang menuju pantai.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Musibah ini tentu menjadi duka mendalam bagi masyarakat pesisir di Cipatujah,” kata Ade di sela-sela penyerahan bantuan.

Ketua Himpunan Nelayan setempat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi langkah kepolisian. Menurut dia, bantuan tersebut berarti bagi keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga.

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang saat ini sedang berada dalam masa pemulihan dan duka,” ujarnya.

Kecelakaan itu terjadi pada Selasa malam, 29 September 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, ketiga nelayan sedang kembali ke daratan setelah memasang jaring untuk menangkap ikan layur.

Ketika perahu berada sekitar 100 meter dari garis pantai, gelombang tinggi menghantam badan perahu hingga terbalik. Insiden tersebut terjadi dalam kondisi malam yang gelap.

Budi berhasil bertahan hidup setelah warga pesisir mendengar teriakannya dan segera memberikan pertolongan. Adapun Ending dan Welly sempat dinyatakan hilang sebelum ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus laut selatan Jawa.

Penyerahan bantuan turut dihadiri pejabat utama Polres Tasikmalaya, personel Polsek Cipatujah, anggota Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), serta perwakilan masyarakat nelayan setempat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *